Kematian kontributor SUN TV di Tual, Maluku benar-benar di luar perikemanusiaan. Perutnya ditusuk berkali-kali. Linggis menembus bagian belakang kepalan hingga ke mulut.
DENPASAR – Bali tribun
Puluhan jurnalis Bali yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), Minggu (22/8) kemarin menggelar aksi keprihatinan mengutuk pembunuhan Ridwan Salamun. Salamun tewas mengenaskan saat melakukan tugas peliputan di Tual, Maluku.
Aksi yang dipusatkan di kantor SUN TV Bali itu juga dihadiri pengasuh Asrham Gandhi Puri Gus Indra Udayana dan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali Nyoman Mardika.
Gus Indra Udayana mengatakan, kematian Ridwan harus menjadi kasus terakhir tewasnya jurnalis saat peliputan. ”Mudah-mudahan Ridwan martir terakhir. Peristiwa ini juga harus dijadikan tonggak bagi rekan-rekan jurnalis agar semakin bertekad mendorong proses demokratisasi di Indonesia, sehingga suasana damai dapat tercipta,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, SJB yang merupakan gabungan dari AJI Denpasar dan IJTI Bali minta pihak kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas. ”Kami mendesak agar kepolisian menangkap pelakunya. Harus ada yang bertanggungjawab atas kepergian Ridwan,” ujar Ketua IJTI Bali, Wawan





