PATROLI POST : Dimensi Baru Informasi

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Hukum dan Kriminal

Anak di Bawah Umur Otaki Pencurian

E-mail Cetak PDF

Seorang anak yang berusia di bawah umur, Yovie Sumarsono (14) kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Denpasar Barat (Denbar). Sebab, empat kali ia melakukan aksi pencurian di rumah milik Yohanes Arianto, warga Jalan Gunung Batur Gang Taman Asri No 9 Denpasar Barat (Denbar).

DENPASAR – Bali Tribun

Bahkan, Yovie menjadi otak aksi kejahatan tersebut. “Dia (Yovie) melakukan aksinya sejak bulan Juli lalu,” kata Kanit Reskrim Polsek Denbar, I Wayan Wisnawa Adiputra, Minggu (22/8) kemarin.

Menurut Wesnawa, dalam aksinya, tersangka Yovie mengajak rekan I Made Agus Juliantara (24). Peran Agus, lanjut perwira dua balok dipundak ini sebagai joki sekaligus memantau area sekitar, sembari menunggu tersangka Yovie beraksi. Terungkapnya kasus pencurian beruntun ini setelah aksi keempat yang dilakukan kedua tersangka pada Jumat (20/8) dinihari lalu terpegok oleh korban.

Menariknya, saat kepergok itu remaja yang mengaku putus sekolah ketika mengenyam pendidikan di bangku SD ini nekat meloncat dari lantai dua rumah tersebut. Tak pelak, kakinya pun nyaris patah. Karena tak bisa kabur akibat dua kakinya tergilir, ia pun akhirnya dengan mudah diamankan petugas buser Polsek Denbar yang dinihari itu mendapat laporan dari pemilik rumah (Yohanes). Sementara itu, rekannya Agus berhasil kabur, sebelum akhirnya dapat dicokot petugas di kamar kos Jalan Gunung Batur IV No 87 Denpasar.

Dihadapan petugas, kedua tersangka mengaku sejak melakukan aksi pada 1 Juli lalu hingg 20 Agustus lalu. Mereka menggondol empat unit laptop serta dua buah ponsel milik korban, yang tak lain adalah majikan mereka sendiri. “Pencurian yang dilakukan keduanya itu dilancarkan saat korban sedang lelap tertidur. Lebih-lebih, lokasi rumah juga tidak asing lagi bagi keduanya karena mereka adalah karyawan disana,” jelasnya. ray

LAST_UPDATED2
 

Ngabuburit di Pantai, Buruh Terseret Ombak Dua Orang Selamat dan Seorang Hilang

E-mail Cetak PDF

GIANYAR - Bali Tribun

Bagi umat muslim yang suka ngebuburit menjelang buka puasa, sebaiknya menghindarkan dari kegiatan yang menantang bahaya. Di Pantai Masceti Blahbatuh Gianyar, tiga orang buruh proyek bangunan yang sedang asyik ngebuburit, bermain di batu karang saat air surut, tiba-tiba diterjang ombak pasang, Minggu (22/8) kemarin. Dua orang berhasil diselamatkan petugas pantai dan seorang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Dua orang yang berhasil diselamatkan, adalah Dayat (25) dan Ibnu (25) asal Jember Jawa Timru (Jatim). Mereka terkapar pingsan sesaat setelah di bibir pantai. Setelah sadarkan diri, mereka terus menangis lantaran seorang temannya, Turki (28), menghilang ditelan ombak. Oleh warga, korban selamat ini lantas dievakuasi meninggalkan pantai.

Dari penuturan penampungnya, ibu Ketut Nonik (50) asal Medahan Kangin Blahbatuh, sebelum kejadian ketiga buruh proyek bangunan itu mohon istirahat kerja lebih awal. Karena sedang menjaga kondisi selama bulan Ramadhan ini, Nonik pun mengizinkannya. “Mereka lantas permisi dan mengatakan akan bermain ke pantai, sambil menunggu berbuka,” jelasnya.

Sementara itu, petugas Balawista, I Made Bebas yang melihat langsung kejadian itu, menyebutkan hanya sempat menyelamat dua orang. Dikatakan, saat kejadian ketiga korban sedang bermain-main di batu karang pantai, saat air surut. Tiba-tiba ombak pasang menghantamnya. “Saya sudah berupaya memperingatkan dari kejauhan, tapi mereka tidak mendegarkanmya,” sesalnya.

Setelah berhasil menyelamatkan dua orang, Bebas kemudian berupaya menyelamat seorang lainnya, yakni Turki yang terlanjur terseret ke dalam. Korban disebutkan, sempat berpegangan di atas batu karang. Namun, setelah dihantam ombak susulan, korban langsung tertelan. “Mungkin korban terseret masuk ke goa karang,” jelasnya.

Atas kejadian itu, sejumlah aparat terkait langsung berdatangan ke pantai. Nelayan setempat juga berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelam. Namun korban tidak juga muncul.

Kasat Pol PP Gianyar, I Wayan Kaujus Pawitra yang turut menurunkan anggota untuk membantu penysisiran pantai, lantas meminta bantuan ke Tim SAR dan Pol Air Polda Bali. Selanjinya, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Gianyar. “Kami sudah menghubungi ke Tim SAR. Kini suadah dalam perjalanan,” sebutnya.

Oleh warga setempat, kawasan itu diyakini keramat. Warga pun menghaturkan sesajen agar korban segera ditemukan. Sementara itu, untuk pencarian lebih lanjut, akan diserahkan kepada relawan SAR dan Pol Air Polda Bali. Hingga berita diturunkan, korban belum juga ditemukan. asn

LAST_UPDATED2
 

Kapolda Baru, Tiga Kapolsek Digeser

E-mail Cetak PDF

DENPASAR – Bali Tribun

Hanya sehari setelah menerima tongkat komando Kapolda Bali dari Irjen Pol Sutisna, selanjutnya Kapolda Bali yang baru Irjen Pol Hadiatmoko, langsung melakukan mutasi sejumlah perwira di lingkungan Polda Bali. Tiga Kapolsek digeser, yakni Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), dan Kapolsek Kuta.

Kapolsek Densel AKP Gede Ganefo SH MH yang selama ini sukses mengungkap sejumlah kasus kejahatan di wilayahnya, digeser menjadi Kapolsek Kuta menggantikan AKP Wimboko yang baru dua bulan menjadi Kapolsek. Selanjutnya, Wimboko menjadi Kasat Reskrim Polres Tabanan menggantikan AKP Leo Martin Pasaribu.

Sedangkan posisi Kapolsek Densel yang ditinggalkan Ganefo akan ditempati AKP Leo Marten Pasaribu. Pergantian para perwira ini berdasarkan surat telegram rahasia Kapolda Bali nomor: STR/659/VIII/2010 tertanggal 20 Agustus 2010.

Selain itu, Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) AKP Ambari Adi Wijaya digeser menggantikan Kasat Narkoba Poltabes Denpasar, Kompol Nyoman Sukasena yang mendapat promosi jabatan. Bahkan, Kasat 1 Polda Bali AKBP Sakius Ginting, pun tidak luput dari mutasi. Ia digantikan AKBP Beny Ardanto yang sebelumnya menjabat Korspripim.

AKP Ganefo yang dihubungi Bali Tribun via telepon, Minggu (22/8) malam membenarkan dirinya dimutasi menjadi Kapolsek Kuta. Menurut mantan Kasat Intel Polres Gianyar ini, mutasi tersebut adalah hal yang lumrah terjadi di tubuh Polri. Mengenai programnya di Polsek Kuta terkait kerentanan gesekan antar geng preman, juga belum terungkapnya kasus pembunuhan di Red Room, ia meminta dukungan dari semua pihak.

“Beberapa kasus besar yang berhasil kita ungkap di Densel itu karena berkat dukungan dari semua pihak, termasuk dari rekan-rekan wartawan. Untuk itu, saya tetap mohon dukungan untuk di Kuta nanti,” ujarnya. ray

LAST_UPDATED2
 


Lintas Iklan Mini

Dijual rumah cepat, Jln Tukad Gangga No 11 Exclusive. Hub 081236xxxx

Editorial

Ulti Clocks content

Koneksi internet anda terhubung dari IP 38.107.191.105