I Wayan Karya, penyelamat dan pengembang kain Bebali tradisional khas Seraya Karangasem, memperoleh Anugrah Insigne Emas dan Piala Silpakara Nugraha dari Gubernur Bali, menyusul hasil penilaian Tim Pemprop Bali dalam Lomba Pembangunan Teknologi Bidang Sosial Budaya.
AMLAPURA - Bali Tribun
Bappeda Karangasem melalui Bidang Data dan Monitoring, menominasikan I Wayan Karya sebagai wakil Kabupaten Karangasem dalam Lomba Hari Teknologi Nasional (Harteknas) 2010. Anugrah tersebut diserahkan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika bertepatan dengan HUT Pemprop Bali di Denpasar, beberapa waktu lalu. Selanjutnya, ini diserahkan kembali oleh Bupati Karangasem I Wayan Geredeg SH pada malam resepsi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65, HUT Pemprop Bali ke-52 dan HUT Kota Amlapura ke-40.
Kepala Bappeda I Wayan Arthadipa, Minggu (22/8) kemarin mengatakan pertimbangan mengajukan kelompok ini mengingat aktifitas garmen yang dikembangkan sangat ramah lingkungan. Kain bebali khas Seraya yang kini banyak diburu pembeli lokal maupun manca negara, menggunakan bahan pewarna alami. “Tanaman dibudidayakan dikembangkan secara berkelompok oleh Kelompok Kerajinan Karya Sari Warna Alam Banjar Kangin Seraya Timur,” terangnya.
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, mengharapkan prestasi ini hendaknya dijadikan motivasi untuk mendorong kemajuan Karangasem. “Momentum peringatan HUT RI, HUT Pemprop Bali dan HUT Kota Amlapura yang sudah diselenggarakan itu selayaknya diisi dengan prestasi mengisi pembangunan, mengingat hakekat kemerdekaan itu sendiri adalah berjuang untuk memperbaiki keadaan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dari kondisi sebelumnya,” ujarnya.
Ketua Kelompok, I Wayan Karya (38) mengaku usahanya dilakukan untuk meneruskan warisan nenek moyang. Pewarnaan menggunakan akar pohon Mengkudu sebagai pewarna merah yang diproses satu hari dicampur dengan babakan Kepundung atau kayu yang mengandung zat aluminium. Akar Mengkudu yang berwarna kekuningan jika diberikan campuran kapur maka akan muncul muncul warna merah.
Dari segi pemasaran, pihaknya masih sangat terbatas karena design dan permodalan. “Saat ini, baru menyasar pasar wilayah Ubud serta beberapa wisatawan yang langsung datang ke Seraya maupun karena dijajakan,” sebut Karya. aen





