PATROLI POST : Dimensi Baru Informasi

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Bali dan Nusra

Warga Sanmata Diberi Waktu Sepekan Bergabung Kembali

E-mail Cetak PDF

Banjar Getas Kawan memberi waktu satu sepekan pada warga Dharma Sanmata. Jika batas waktu tersebut diabaikan, maka warga Getas Kawan akan mengambil tindakan lebih keras.

GIANYAR - Bali Tribun

Keluarnya SK Bupati perihal pencabutan SK pemekaran Banjar Dharma Sanmata, rupanya bukan menjadi jaminan konflik di Getas Kawan, Buruan akan mereda. Buktinya, hingga Minggu (22/8) kemarin, pagar maish terpasang di pekarangan warga Dharma Sanmata.

Warga Getas Kawan hanya menyisakan ruang melintas untuk aparat pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan. Para Kepala Keluarga Dharma Sanmata diberi batas waktu seminggu untuk bergabung kembali ke Getas Kawan.

Kelian Banjar Getas Kawan Ketut Sudiarta mengatakan, sesuai hasil paruman warga, dengan adanya SK pembatalan, warga Banjar Dinas Dharma Sanmata diwajibkan bergabung kembali dengan Getas Kawan. “Warga Dharma Sanmata, kami beri kesempatan seminggu untuk menyatakan kepastiannya bergabung sesuai hasil paruman banjar,” ujarnya.

Sudiarta mengharapkan warga Dharma Sanmata tidak menganggap enteng permintaan itu. Warga Getas Kawan akan akan menggelar aksi yang lebih tegas lagi bila batas waktu itu dilanggar. “Bila tidak ada jawaban, warga kami akan memperapat pagar,” ujarnya.

Seperti diketahui pekan lalu, warga Getas Kawan memagari pekarangan rumah warga Dharma Sanmata dengan bambu sehingga terkurung di dalam rumah. Sementara itu, warga Dharma Sanmata kecewa karena karena pagar tersebut tidak dibongkar.

Salah seorang tokoh Dharma Sanmata I Wayan Nekel meminta aparat pemerintah dan keamanan agar bertindak tegas. “Sesuai janjinya, bila pagar itu tidak dibongkar, aparat yang akan membongkarnya. Mana buktinya?” ujarnya kesal.

Warga Dharma Sanmata disebutkan akan memohon perlindungan ke Pemprov Bali, Polda Bali dan Komnas Ham. “Padahal pemagaran itu sudah jelas-jelas merupakan tindak pidana dan melanggar HAM,” ujarnya. asn

LAST_UPDATED2
 

Penampakan ‘Cakra’ Pertanda Agus Mahayastra Melenggang ke Gianyar Satu?

E-mail Cetak PDF

GIANYAR - Bali Tribun

Penampakan benda mirip cakra di Gedung DPRD Gianyar saat sidang paripurna Jumat (20/8) lalu, diyakini sebagi pelindung dari aura negatif.

Petugas dokumentasi bernama Pak Siman (40) mengatakan, simbol sakral itu tiba-tiba muncul di langit-langit belakang ruang sidang. Kemunculan simbol mirip 'cakra' ini diketahui saat mengecek hasil bidikannya dalam kamera digital. Bila diperhatikan secara detail, di tengah simbol itu muncul aksara yang mirip dengan ‘Om Kara’.

Saat itu Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Gianyar Agus Mahayastra tengah membahas persetujuan  pembukaan jalur hijau di kawasan wisata Pantai Lebih.

Foto benda mirip ‘cakra’ itu  itu sempat diperlihatkan kepada Agus Mahayastr yang meyakini penampakkan itu sebagai aura positif dan sebuah pertanda kebaikan. “Cakra kan simbol tameng perlidungan. Kami yakin Gedung ini terlindungi,” ujarnya.

Ditambahkannya, sejak membuka sidang di hari Kajeng Kliwon itu, dirinya merasakan sebuah aura yang berbeda. Malah, dirinya sempat membisiki wakil Ketua DPRD Ketut Jata terkait perasaanya itu.

Penampakkan berupa simbol mirip 'cakra' juga memunculkan berbagai pandangan. Sebagian mengatakan simbol itu sebagai pertanda agenda bahasan pembukaan jalur hijau mendapatkan respon positif dari Hyang Widhi. Sedangkan pandangan lainnya lebih menukik ke posisi Agus Mahayastra sebagai pimpinan sidang. “Mungkin saja sebagai pertanda, Pak Mahayastra akan melenggang ke kursi Gianyar satu periode berikutnya,” ujar salah seorang anggot F-PDIP yakin. asn

LAST_UPDATED2
 

Sidak Dewan II Ke SMPN II Tembuku Pegawai Malas Mulai Rajin Ke Kantor

E-mail Cetak PDF

BANGLI - Bali Tribun

Setelah diberitakan media dan mendapat tanggapan pedas pimpinan dan anggota DPRD Bangli, perilaku 3 oknum PNS dan 2 PTTD di SMPN II Tembuku yang malas ke kantor (indisipliner ), kini sudah mulai berubah. Perubahan drastis tersebut dapat dicermati saat Komisi II DPRD Bangli melakukan sidak ke sekolah yang terletak di ujung timur Kota Bangli itu.

Dalam kesempatan itu, Kasek SMPN II Tembuku Sang Gede Buda di hadapan Ketua Komisi II I Wayan Sudiartana mengatakan, setelah diberitakan media kini perangai oknum pegawai malas tersebut sudah mulai berubah. “Sekarang pagi-pagi mereka sudah mulai ngantor dan ada juga oknum pegawai yang langsung datang menghadap untuk meminta maf atas perbuatannya,” ujar Sang Gede Buda.

I Wayan Sudiartana mengatakan, agar kasus ini tidak terulang lagi, pihaknya berharap agar Gde Buda bertindak tegas. Jika ditemukan oknum malas sepatutnya diberi peringatan dan teguran. Jika tidak mempan, Kasek dapat menyampaikan hal itu kepada atasan, dalam hal ini dinas pendidikan. “Jangan tabiat buruk tersebut didiamkan bila perlu langsung dilaporkan saja dan pihaknya siap mendukung penegakkan disiplin pegawai,” ujar dewan dari Demokrat ini seraya menambahkan, tindakan tegas perlu diambil untuk mencegah agar sifat malas tidak berimbas pada pegawai yang lain.

Ada hal menarik dalam sidak kali ini. Saat anggota Komisi II DPRD Bangli akan meninggalkan sekolah tersebut, salah seorang pegawai yang dikategorikan paling malas, yakni Komang PY sempat menyela langkah para wakil rakyat untuk mengakui selama ini dirinya memang jarang ke kantor akibat sakit. “Saya beberapa kali harus terapi ke RSJ Bangli karena mengalami penyempitan pada saraf pinggang,“ elaknya. Dia mengaku lupa melampirkan surat keterangan dokter. sam

LAST_UPDATED2
 

Gubernur Pastika Sidak, Pejabat Buleleng Tersinggung

E-mail Cetak PDF

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Made Mangku Pastika, Sabtu (21/8) lalu ke Kabupaten Buleleng ternyata membuat para pejabat daerah itu bingung. Bahkan Ketua DPRD Buleleng berkomentar dengan nada tersinggung.

SINGARAJA - Bali Tribun

Kabag Humas Pemkab Buleleng Gede Gunawan AP dan Ketua DPRD Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan yang sedang melayat korban rabies  di Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak, mengaku tidak tahu soal sidak gubernur.  “Soal kunjungan pak gubernur itu saya dengar, tapi saya tidak diberikan data soal itu,” ungkap Kabag Gede Gunawan Minggu (22/8) kemarin. Mungkin sifatnya sidak, lanjut Gunawan, sehingga pihaknya  tidak diajak koordinasi, termasuk Bupati Buleleng. ”Coba tanya ke dinas terkait ke dinas kelautan dan perikanan atau ke dinas pertanian dan peternakan,” ucap Gunawan.

Gubernur Pastika sendiri sempat meninjau bedah rumah di desa Desa Pengulon Kecamatan Gerokgak, yang bertetangga dengan Desa Ting-tinga. 

Ketua DPRD Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan saat dikonfirmasi soal sidak Gubernur Pastika ke Kecamatan Busungbiu dan Gerokgak, mengaku tidak tahu. ”Saya tidak tahu soal kunjungan  (gubernur - red) itu,” ujarnya.

Bahkan selaku sesama politisi PDI Perjuangan, menurut Dewa Sukrawan, pihaknya tidak dikontak saat Gubernur Pastika di Buleleng. ” Ya mungkin karena merasa didukung rakyat saja sehingga kunjungan itu tidak memerlukan dukungan pejabat daerah. Atau bisa jadi beliau tidak ingin merepotkan semua pihak,” ucapnya lagi.

Informasi yang dihimpun Bali Tribun, Gubernur Pastika mengunjungi Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Gerokgak. Di Busungbiu, tepatnya Desa Kedis, Gubernur Pastika meninjau Kelompok Minapolitan yakni budidaya ikan Lele, Nila dan Gurami bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan di Kecamatan Gerokgak, Gubernur Pastika yang kelahiran Desa Sanggalangit, Gerokgak ini, menyasar proyek bedah rumah di Desa Pengulon, Puskesmas I Gerokgak, Desa Sumberkima dan Desa Pejarakan.

Di Desa Pengulon sekitar 100 rumah dibedah. Sedangkan di Sumberkima dan Pejarakan, Gubernur Pastika melihat perkembangan proyek sistem pertanian terintergrasi (Simantri) yang dikelompokkan Simantri 016 dan 017.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan  (Kadiskanla) Kabupaten Buleleng Ir Nyoman Sutrisna dan PJS. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistannak) Ir Putu Merta Jiwa, mengaku dihubungi mendadak oleh staf gubernur terkait kunjungan itu. ”Saya sih siap saja kapan pun diperlukan, terlebih lagi hal itu berkaitan dengan bidang tugas saya,” ucap Nyoman Sutrisna yang mengaku dihubungi hanya beberapa saat sebelum Gubernur Pastika tiba di Desa Kedis.

Sedangkan Kadistannak (pjs) Putu Merta mendampingi gubernur meninjau lokasi Simantri 016 di Desa Pejarakan dan Simantri 017 di Desa Sumberkima. ”Keduanya hanya istilah saja, yakni pengelolaan limbah ternak. Air kencingnya dan kotorannya diolah untuk pupuk dan biogas,” ucapnya. war

LAST_UPDATED2
 

Bupati Diminta Hari-hati Terbitkan Rekomendasi

E-mail Cetak PDF

SINGARAJA - Bali Tribun

Munculnya sengketa hukum atas tanah negara di Buleleng membuat kalangan LSM minta Bupati Buleleng berhati-hati menerbitkan rekomendasi penggunaan tanah negara. Demikian diungkapkan Pengawas Orwil JARI Bali I Wayan Purnamek saat ditemui Bali Tribun, Minggu (23/8) kemarin.

Menurutnya kasus sengketa hukum atas tanah negara yang mencuat di Buleleng tidak lepas dari kebijakan seorang bupati.“ Bupati harus hati-hati mengeluarkan rekomendasi penggunaaan tanah negara sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ucapnya.

“Amanat konstitusi sudah jelas, tanah bumi dan bangunan serta yang berada di atasnya dikuasai oleh negara dan sepenuhnya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan perorangan,” tegasnya.

Purnamek menyinggung kasus pejualan tanah negara yang dilakukan warga Dusun Ambengan Desa Banjar Putu Mariada kepada salah satu anggota Dewan Buleleng.

Sampai saat ini pihak kejaksaan hanya menetapkan si penjual tanah sebagai tersangka. ”Memiliki dengan cara melawan hukum apakah bukan perbuatan pidana,” tanya Purnamek. “Lalu, memiliki dan membangun villa di atas tanah negara tanpa melalui proses yang ditetapkan undang-undang, dibenarkan secara hukum,” lanjut Purnamek.

Selain menahan tersangka, pihak kejaksaan telah menyita tanah negara seluas 76,5 are berikut bangunan yang ada di atas tanah tersebut. Tak ketinggalan sebidang tanah lain seluas 9 are ikut disita kejaksaan.

Diketahui vila megah di atas tanah negara tersebut milik anggota DPRD Kabupaten Buleleng Wayan Edy Parsa. sud

LAST_UPDATED2
 


Halaman 1 dari 2

Lintas Iklan Mini

Dijual rumah cepat, Jln Tukad Gangga No 11 Exclusive. Hub 081236xxxx

Editorial

Ulti Clocks content

Koneksi internet anda terhubung dari IP 38.107.191.107