PATROLI POST : Dimensi Baru Informasi

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Olahraga

Elly Gagal Rebut Sabuk WBO

E-mail Cetak PDF

Petinju Elly Rey dari Sasana Cakti Gibbor Bali harus mengubur dalam-dalam impiannya menyandang juara kelas bulu 57,1 kg versi World Boxing Organization (WBO) Asia Pasifik, setelah kalah TKO ronde 8 atas Will Tomlison dari Australia, di Melbourne, Australia, Jumat (21/8) malam lalu

DENPASAR-Bali Tribun

Semula, petinju asal Kabupaten Ruteng, Flores Barat, Nusa Tenggara Barat ini, disebut-sebut bakal membawa pulang sabuk juara. Namun sayang, meladeni permainan keras petinju tuan rumah, anak asuhan Pino Bahari tersebut tidak bisa melanjutkan pertandingan pada ronde 8 dari rencana 10 ronde yang mesti dimainkan.

Kejadiannya ketika pada menit ke-2 ronde 8, Elly terjatuh akibat dorongan yang dilakukan Will. Meski begitu, Pino mengklaim kalau kekalahan Elly lebih dikarenakan faktor kekawatiran wasit terhadap petinju tuan rumah tersebut bakalan kalah jika bertahan hingga ronde terakhir.

Sebab, sesuai perhitungan angka, pukulan Elly sudah jauh lebih unggul hingga ronde ke-8.  Selain itu, pelatih yang juga putra pertama promotor tinju internasional, Daniel Bahari ini menyatakan, posisi kaki Elly kurang seimbang waktu terdorong hingga jatuh. Padahal, dari ronde pertama kedua petinju bertarung ketat, dan Elly jauh lebih banyak melepaskan pukulan.

“Saya melihat sepertinya tidak ada cara lain untuk memenangkan Will selain dengan menghentikan pertandingan. Dari angka pukulan yang masuk saja, Elly sudah jauh lebih unggul. Tapi, itulah risiko tinju di luar negeri,” ujar Pino melalui telepon seluler. 

Selain Elly di partai utama, dua petinju Cakti Gibbor Bali lainnya yaitu, Ricky Manufoe dan Ade Alfons yang tampil di partai tambahan juga mengalami hal serupa. Bedanya, kedua petinju yang baru saja bergabung di sasana milik Nemo Bahari di Jalan Tukad Batanghari, Renon tersebut mengalami kekalahan angka.

Ricky kalah split decision 2-1 atas petinju berdarah Tanzania, Omari Kimweri. Sedangkan Ade yang selama ini menjadi sparring partner juara WBO Aspac interim kelas welter junior 63,5 kg, Daudy Bahari yang akan menantang juara dunia WBF, Lance Gostelow di Australia, pada tanggal 23 September mendatang, kalah angka dari petinju tuan rumah Kannel Watts. ”Saya optimis Elly akan lebih berprestasi lagi di kemudian hari. Demikian juga Ricky yang seharusnya bisa menang dengan angka,”’ujar Pino.  jop

LAST_UPDATED2
 

Mario Juara Lobby Billiard Cup I

E-mail Cetak PDF

DENPASAR – Bali Tribun

Mario akhirnya tampil sebagai juara di kelas open dalam Tournament Lobby Billiard Cup I 2010 di Lobby Billiard Jalan Permata Hijau No 09 Padangsambian, Denpasar Barat (Denbar), Jumat (20/8) malam lalu. Itu setelah mengalahkan Marcel dengan skor 4-3 di partai final.

Atas keberhasilan tersebut Mario mendapatkan satu buah tropy dan uang pembinaan senilai Rp1,6 juta. Sementara Marcel yang berada di posisi kedua hanya kebagian dana pembinaan senilai Rp800 ribu dan tropy. Sedangkan, Botak yang berada di urutan ketiga dan Dek Ana di posisi keempat masing-masing mendapatkan dana pembinaan senilai Rp300 ribu.

Ditemui Bali Tribun seusai pertandingan, Mario mengaku sempat grogi dan tegang sehingga sempat dikejar oleh Marcel dan sempat menyamakan skor menjadi 2-2. Tetapi berkat mental juara, Mario akhirnya kembali unggul 3-2, tetapi lagi-lagi Marcel menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Pada set penentuan, para pendukung Mario sempat dibuat tegang karena pukulan bola pertama Marcel berhasil mengumpulkan 27 poin. Sayangnya, Marcel tidak berhasil mempertahankan keunggulan tersebut sehingga Mario berhasil membalikkan keadaan dan keluar menjadi yang terbaik.

“Setelah unggul 2-0 kemudian berhasil disamakan kedudukannya menjadi 2-2 oleh dia (Marcel-red) saya sempat grogi dan tegang, bahkan nyaris putus asa. Apalagi pada set terkahir dia sudah unggul 27 poin. Tetapi berkat ketenangan akhirnya berhasil memenangkan turnamen ini,” ungkapnya.

Sementara untuk katagori pemula, tampil sebagai juara pertama adalah Nampan. Atas keberhasil tersebut Nampan berhak atas satu buah tropy dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta. Sedangkan Wayan Dodix yang menjadi runner up mendapatkan satu buah tropy dan uang pembinaan senilai Rp500 ribu. Sementara Aconk dan Hery yang berada di posisi ketiga dan keempat, masing-masing mendapatkan uang pembinaan senilai Rp250 ribu. ray

LAST_UPDATED2
 

FORKI Karangasem Gelar Kejurda Bali-NTB

E-mail Cetak PDF

AMLAPURA-Bali Tribun

Sekitar 600 lebih karateka se-Bali dan Nusa Tenggara Barat diperkirakan akan berlaga di ajang paling bergengsi, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Piala Bupati Karangasem 2010, yang rencananya digelar pada 14-15 Oktober mendatang. Menurut sejumlah pengamat olahraga karate, event yang dihelat FORKI Karangasem ini nantinya menjadi event paling bergengsi yang pernah digelar selama ini.

Ketua Panitia Pelaksana, I Nengah Sudana W, usai rapat persiapan, Minggu (22/8) kemarin mengatakan, target total peserta yang akan berlaga di ajang ini diperkirakan sekitar 650 orang perserta, yang merupakan perwakilan dari sepuluh Pengurus  Cabang (Pengcab) antara lain sembilan Pengcab Bali dan satu Pengcab perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ini merupakan event cukup besar dari yang pernah digelar sebelumnya. Karena jumlah pesertanya cukup banyak, maka kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin,” ujar ajudan Bupati I Wayan Geredeg ini. Dalam turnamen yang akan diikuti oleh ratusan peserta dari sejumlah perguruan karate ini, akan memperebutkan sebanyak 45 medali emas dan Piala Tetap Bupati Karangasem.

Selain piala tetap, laga yang terbagi dalam beberapa kelas di antaranya kelas 11-15 tahun, kelas junior 16-17 tahun, kelas under 21 tahun, dan kelas senior ini juga akan memperebutkan piala tetap Ketua Umum FORKI Bali dan dari sponsor. “Ini merupakan kejurda piala bupati yang kedua, sebelumnya untuk pertama kali digelar pada masa pemerintahan Bupati Gede Sumantara,” tandasnya.

Agar event akbar ini berjalan sesuai rencana, pihaknya akan melakukan berbagai persiapan, seperti mempersiapkan venue tempat berlangsungnya laga, pengaturan akomodasi serta pengamanan yang diperkirakan akan dilakukan superketat dengan melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Pol-PP, dan unsur lainnya.

“Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, kami akan membuat surat pernyataan yang harus ditandatangani masing-masing pengcab, yang isinya jika peserta membuat kekacauan atau keributan, maka akan langsung dikeluarkan dari kejurda,” tandasnya.

Sementara itu untuk kontingen Karangasem, FORKI Karangasem sudah mempersiapkan sejumlah atlet inti yang pernah memenangkan kejuaraan di NTB beberapa waktu lalu. “Untuk kelas utama, kami sudah mempersiapkan atlet inti yang sudah kami kukuhkan beberapa waktu lalu, untuk kelas lain mungkin saja akan mengambil karateka pemula,” pungkasnya. aen

LAST_UPDATED2
 


Lintas Iklan Mini

Dijual rumah cepat, Jln Tukad Gangga No 11 Exclusive. Hub 081236xxxx

Editorial

Ulti Clocks content

Koneksi internet anda terhubung dari IP 38.107.191.108