Ada 329 WNI di Iran, Pemerintah RI Mulai Evakuasi melalui Azerbaijan

heni hamidah1x
Plt Direktur PWNI Heni Hamidah. (Kompas.com)

JAKARTA | patrolipost.com – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah mengungkapkan, sebanyak 329 WNI berada di Iran.

“Untuk di Iran, sebagaimana sudah sering disampaikan ada 329 orang ya, sebagian besar berada di Kota Qom,” ujar Heni, dalam jumpa pers di Kemlu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Bacaan Lainnya

Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Iran. Sementara itu, jumlah WNI di Timur Tengah berkisar 519.042 orang.

Kemlu mengevakuasi bertahap WNI di Iran pada Jumat ini. Untuk tahap pertama, sebanyak 32 WNI akan dievakuasi.

“Terkait rencana evakuasi WNI di Iran, tentunya mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini,” ujar Heni.

Dia melaporkan bahwa tahap pertama evakuasi WNI di Iran bakal melalui jalur Azerbaijan. Namun, jalur evakuasi selanjutnya masih akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan ditentukan oleh perwakilan RI di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan.

“Untuk rencana evakuasi selanjutnya akan diputuskan oleh Pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update dan aspek-aspek lainnya,” ujar dia.

“Termasuk asesmen dari KBRI Teheran sebagai kantor perwakilan Kemlu yang memiliki kemampuan untuk memberikan asesmen yang paling lengkap,” tambah dia.

Dia menyatakan, KBRI Teheran juga akan terus menjalin komunikasi dan melakukan penjangkauan kepada WNI yang masih berada di wilayah Teheran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di Iran. KBRI akan tetap beroperasi untuk memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan WNI yang masih berada di negara tersebut.

Di sisi lain, dia menyadari bahwa publik sangat ingin mengetahui detail dan perkembangan seluruh evakuasi bertahap ini.

“Namun, juga diharapkan publik dapat memahami bahwa terdapat hal-hal di lapangan yang masih perlu banyak disesuaikan mengingat situasi di lapangan yang sangat dinamis,” ucap dia.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri. Dia juga memberikan ruang bagi seluruh tim yang terlibat untuk menjalankan tugasnya, termasuk KBRI Teheran sebagai garda terdepan dalam proses evakuasi ini. (kpc/zar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *