Akses Jalan Juuk Bali-Penatahan Akhirnya Jebol, Dinas PU Masih Berkutat Lakukan Kajian Teknis

jalan jebol1
jalan jebol1

BANGLI | patrolipost.com –  Hujan deras mengakibatkan akses jalan Juuk Bali menuju Penatahan, Kecamatan Susut jebol.  Kini akses jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan. Sementara untuk perbaikan jalan kabupaten tersebut masih menunggu kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli.

Diketahui akses jalan tersebut sudah terpantau jebol sejak beberapa pekan lalu. Karena kerusakan bertambah parah akhirnya akses jalan tersebut kini tidak bisa lagi dilewati kendaraan.

Bacaan Lainnya

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli Putu Susila saat dikonfirmasi terkait rencana perbaikan akses jalan tersebut pada Senin (23/12) mengatakan, sejatinya akses jalan tersebut sudah terpantau jebol sejak beberapa hari lalu. Mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pasca jebolnya jalan tersebut telah dipasang semacam rambu di titik badan jalan yang jebol.

”Awalnya jalan masih bisa dilewati kendaraan roda dua, namun karena hujan mengikis  terowongan dari tanah di bawah badan jalan akhirnya kerusakan terus melebar dan jalan kini tidak bisa lagi dilewati,” ungkap Kabid asal Metra, Desa Yangapi, Tembuku ini.

Lantas untuk perbaikan, kata Putu Susila masih menunggu kajian dari tim teknis atau dari konsultan perencana.

“Apakah nantinya akan dibuat jembatan atau bagaimana, kami masih menunggu hasil kajian. Namun yang jelas perbaikan jalan ini menjadi skala prioritas dan mudah-mudahan tahun depan bisa dilakukan perbaikan,” sebut Putu Susila.

Di sisi lain jebolnya akses jalan tersebut mengundang tanggapan dari masyarakat. Salah satu warga Juuk Bali, I Nengah Sujana mengatakan jalan yang jebol merupakan akses penting bagi warga. Tidak sedikit anak- anak sekolah melewati jalan tersebut. Dengan jebolnya jalan ini maka warga harus mencari jalan alternatif, semisal  melewati Desa Adat Sala atau pun Desa Sulahan.

“Kalau melewati jalan alternatif jaraknya lebih jauh hingga 5 kilometer,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Penatahan, I Nengah Sukirta, dimana dirinya setiap hari melewati jalan tersebut untuk melakukan aktifitas di sawahnya. Jebolnya  jalan tersebut kini dirinya harus menempuh jarak yang lebih jauh.

“Kami selaku masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan akses jalan tersebut, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” harapnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *