Bangli Jadi Lokus Studi PKA Bali, Dua Inovasi Pelayanan Publik Jadi Sorotan

pelatihan1
Foto bersama perserta Pelatihan Kepemimpinan Administator (KPA). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Kabupaten Bangli dilirik sebagai tempat belajar praktik kepemimpinan dan inovasi pelayanan publik. Buktinya sebanyak 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Provinsi Bali Tahun 2026 melakukan studi lapangan ke Bangli, Senin (10/8/2026).

Rombongan diterima di  Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, menyambut langsung para peserta bersama jajaran perangkat daerah terkait.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Riana Putra mendorong peserta tidak sekadar datang dan melihat, tetapi benar-benar menggali praktik kepemimpinan serta inovasi yang diterapkan Pemkab Bangli.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali informasi, berdiskusi secara interaktif, dan membawa pulang gagasan-gagasan perubahan yang bermanfaat bagi unit kerja masing-masing,” ujar Riana.

Menurutnya, studi lapangan menjadi ruang penting untuk bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Komang Nopariawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bangli atas penerimaan dan fasilitas yang diberikan.

Ia menegaskan, kemampuan seorang pemimpin tidak cukup hanya dibangun melalui teori.

“Kompetensi terbentuk dari knowledge, skill, dan attitude. Knowledge bisa ditingkatkan melalui membaca dan mendengar, namun skill akan menguat jika dialami langsung melalui praktik di lapangan,” ujarnya.

Sebanyak 46 orang mengikuti studi lapangan tersebut, terdiri dari 40 peserta PKA, dua Widyaiswara pendamping, dan empat panitia.

Yang menarik, Bangli dipilih bukan tanpa alasan. Para peserta akan menyambangi dua lokus utama, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja.

Kedua perangkat daerah tersebut dinilai memiliki sejumlah inovasi dan praktik baik (best practice), termasuk dalam peningkatan kinerja pelayanan perizinan.

Melalui studi lapangan ini, peserta PKA diharapkan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi mampu membawa pulang praktik yang relevan untuk diadaptasi di daerah masing-masing. Selain itu, dengan studi lapangan di Bangli ini, diharapkan juga menjadi momentum memperkuat kapasitas pejabat administrator sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam pelayanan publik di Provinsi Bali. (750)

Pos terkait