Bencana Tanah Longsor di Nusa Penida, Pura Segara dan Dua Bangunan Warga Ambruk

longsor
Tampak pelinggih ambruk diterjang longsor. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bencana tanah longsor melanda wilayah Banjar Prapat, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (21/1/2025) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan Pura Segara Banjar Prapat serta dua bangunan milik warga sekitar mengalami kerusakan parah.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WITA saat hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tanah longsor terjadi di kawasan pinggir pantai dengan struktur tanah pasir yang labil. Akibatnya, Pura Segara Banjar Prapat roboh dan dua bangunan warga di sekitarnya turut terdampak,” ujar Kompol Kesuma Jaya, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, longsor menyebabkan empat pelinggih di Pura Segara Banjar Prapat mengalami kerusakan berat. Kerugian yang dialami pengempon pura ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.

Selain itu, dua bangunan warga juga terdampak. Rumah milik I Ketut Roni Saputra (29) mengalami kerusakan pada sebagian bangunan dengan perkiraan kerugian sekitar Rp30 juta. Sementara bangunan milik I Ketut Warta (55) mengalami robohnya satu pelinggih Penunggun Karang beserta penyengker dengan kerugian diperkirakan Rp15 juta.

“Pada saat kejadian, para korban sempat terbangun dari tidur setelah merasakan adanya pergerakan tanah, sehingga mereka langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Total kerugian material akibat longsor diperkirakan mencapai sekitar Rp295 juta.

Pasca kejadian, warga melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat desa dan dilakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Lokasi kejadian kini telah diamankan oleh aparat desa bersama masyarakat setempat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.

Kapolsek Nusa Penida mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem masih berlangsung. (roni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *