BKKBN Resmikan PIK Remaja di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem

bkkbn bali1
Peresmian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) di Karangasem. (ist)

AMLAPURA | patrolipost.com – Deputi Bidang KSPK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti SE MT meresmikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Workshop Kesehatan Mental Remaja ini dihadiri Bupati Karangasem yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karangasem, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Bali serta mitra kerja terkait. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pendampingan remaja melalui akses informasi, edukasi, konseling, dan dukungan kesehatan mental.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti dalam arahannya menegaskan pentingnya penguatan pembinaan remaja melalui PIK Remaja di lingkungan Sekolah Rakyat. “Kehadiran PIK Remaja diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mendapatkan informasi, edukasi, konseling, serta pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja, sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan mampu merencanakan masa depan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nopian Andusti menyerahkan papan nama PIK Remaja sebagai simbol peresmian dan menandai resmi beroperasinya PIK Remaja di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Dr dr Ni Luh Gede Sukardiasih MFor MARS mengatakan,  remaja merupakan aset terbesar bangsa sekaligus penentu masa depan Indonesia Emas 2045.

“PIK Remaja bukan sekadar peresmian papan nama, melainkan peresmian ruang aman bagi remaja untuk bercerita, belajar, dan tumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat pembinaan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang berencana melalui program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Sambutan Bupati Karangasem yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karangasem Drs I Wayan Ardika MSi menyambut baik pelaksanaan Workshop Kesehatan Mental Remaja dan peresmian PIK Remaja di Sekolah Rakyat. Ia menilai kehadiran PIK Remaja sangat relevan dengan tantangan remaja di Karangasem, terutama masih tingginya angka pernikahan dini.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan tersebut, ASFR usia 15–19 tahun di Karangasem pada 2025 mencapai 23,4, lebih tinggi dibandingkan Bali sebesar 19,4 dan nasional sebesar 20,6. Melalui PIK Remaja, pemerintah daerah berharap remaja mendapatkan informasi, edukasi, konseling, dan pendampingan sehingga mampu merencanakan kehidupan secara sehat dan bertanggung jawab.

Sementara Kepala Sekolah Rakyat I Putu Jaya Negara SS menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Republik Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 dan 2.

“Sekolah Rakyat Terintegrasi maksudnya terdapat jenjang SD, SMP, dan SMA dan angka 3 merupakan kode lahan yang disiapkan oleh provinsi sehingga seluruh kabupaten/kota dapat bersekolah di sini,” katanya.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tersebut berdiri sejak Juli 2026 dan saat ini memiliki 300 siswa, terdiri atas 9 siswa jenjang SD, 184 siswa jenjang SMP, dan 107 siswa jenjang SMA.

Peresmian PIK Remaja menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendampingan remaja di Sekolah Rakyat. Di Provinsi Bali sendiri telah terbentuk 404 PIK Remaja di jalur pendidikan maupun masyarakat, yang diperkuat Forum GenRe dari tingkat provinsi hingga sembilan kabupaten/kota serta didukung 139 Duta GenRe dan jejaring Duta GenRe Desa.

Kehadiran PIK Remaja di Sekolah Rakyat diharapkan memperluas ruang bagi siswa untuk memperoleh informasi, edukasi, konseling, dan pendampingan sesuai kebutuhan perkembangan mereka. Melalui kegiatan ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali kini memiliki wadah yang lebih kuat untuk mendampingi remaja dalam merencanakan masa depan sekaligus menjaga kesehatan reproduksi dan mental mereka. Sinergi Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, pengelola sekolah, dan jejaring GenRe menjadi kunci untuk menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045. (007)

Pos terkait