DENPASAR | patrolipost.com – BNN Provinsi Bali bersama BNNK Jajaran terus memegang teguh dan senantiasa berkomitmen untuk melindungi masyarakat terutama generasi muda dari ancaman destruktif narkotika yang dapat mengancam ketahanan bangsa.
Menghadapi ancaman tersebut, permasalahan narkotika tidak selalu dilakukan dengan kegiatan penindakan hukum, namun juga bisa dilakukan melalui kampanye pencegahan yang edukatif dan mampu menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam perang melawan narkoba.
Dalam upaya tersebut, BNN Provinsi Bali bersama BNNK Jajaran memandang bahwa kampanye anti-narkoba harus bertransformasi; tidak lagi sekadar imbauan, melainkan menjadi sebuah gerakan budaya (cultur set) dan perubahan mind set yang melekat pada gaya hidup sehat masyarakat, salah satunya melalui event atau olahraga lari.
Besinergi dengan komunitas Pelari Hore mempersembahkan kegiatan Bersinarun Rave 2026 pada hari Sabtu (17/10/2026) mengambil tempat ikonik di Kebon Vintage Cars, Kertalangu Denpasar.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Dr Putu Putera Sadana SIK MHum MM yang hadir dalam kegiatan itu mengharapkan semangat perang melawan narkoba yang digaungkan Presiden RI dan Kapolri dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat serta mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan bahagia tanpa narkoba.
Bersinarun Rave 2026 ini menggabungkan keseruan olahraga (sport) dengan kemeriahan hiburan (entertainment) yang dikemas menarik dengan diiringi ketukan musik elektro yang energik sepanjang event.
Ada 2 (dua) kategori dalam event ini, mulai dari kategori 5K untuk umum dan 3K untuk usia 10 tahun ke bawah. Kategori khusus 3K didedikasikan untuk anak-anak sebagai bagian dari program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika dimulai dari Anak Bersih Narkoba) yang akan berjalan melewati rute lari didampingi orangtuanya sebagai momen indah bersama keluarga.
Acara ini dirancang untuk menyatukan ribuan pelari dan komunitas di Bali dalam satu visi: perang melawan narkoba, melalui atmosfer kegembiraan yang aman dan sehat, Bersinarun Rave 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan selebrasi kebebasan positif yang siap menjadi barometer baru dan berdampak luas di Pulau Dewata pada khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045. (hms/007)
