Bupati Bangli Cek Proyek Rumah Jabatan dengan Konsep Sikut Satak

rumah dinas1
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meninjau progress pembangunan rumah dinas berasitektur Sikut Satak.(ist)

BANGLI | patrolipost.com – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyempatkan diri meninjau  proyek pembangunan rumah jabatan bupati dengan konsep  Sikut Satak,  pada Jumat (7/8/2026). Peninjauan rumah jabatan yang berpaku pada ukuran atau konsep perhitungan Bali  tersebut bertujuan untuk  memastikan kegiatan fisik  bisa  berjalan sesuai  rencana.

Ditemui di sela-sela meninjau proyek di lokasi.Sedana Arta mengatakan pentingnya melakukan pengawasan proyek secara detail sejak awal dengan tujuan selain kegiatan fisik dapat selesai tepat waktu  juga mencegah terjadinya kesalahan pekerjaan yang berujung pada pembongkaran atau perbaikan berulang.

Bacaan Lainnya

“Kami tekankan agat kegiatan ini diawasi lebih ketat, apa saja yang sudah masuk biar tidak bolak balik, lebih baik dari awal sudah diawasi,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli I Komang Ariana, mengatakan progres pembangunan proyek senilai Rp 30 miliar lebih ini  mencapai sekitar 6 persen. Capaian tersebut masih sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek.

“Positif 6 persen,” jelas Ariana.

Pihaknya  mewanti-wanti j pelaksana proyek  berpedoman kepada ilmu arsitektur tradisional Bali ini agar memperhatikan waktu pelaksanaan. Cuaca yang bisa menghambat pengerjaan juga harus diantisipasi, agar jangan sampai mengganggu kelancaran pekerjaan,” kata Komang Ariana.

Seperti diketahui proyek ini senilai Rp 30.293.211. 000 dengan waktu pengerjaan selama 210 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mardika Griya Prasta dengan pengawasan CV Jaya Desain.

Rumah jabatan tersebut dibangun di atas lahan seluas 50 are. Bangunan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal resmi bupati, tetapi juga mengusung konsep arsitektur tradisional Bali Sikut Satak sebagai bentuk pelestarian budaya. Dengan konsep tersebut, rumah jabatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon pemerintahan, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Bangli. (750)

Pos terkait