Bupati Klungkung Mendadak Ganti Sekda Lesmana, Lantik Gusti Agung Mahajaya

lantik sekda
Bupati Satria lantik Pj Sekda Klungkung Gusti Agung Mahajaya. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bupati Klungkung I Made Satria secara mendadak mengganti Sekda Klungkung AA Gd Lesmana dan melantik Gusti Ngurah Agung Mahajaya sebagai Pj Sekda Klungkung. Pelantikan berlangsung di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (28/9/2026).

Pergantian AA Lesmana ini terkesan sangat tiba-tiba sehingga berbagai rumor beredar di kalangan elit pejabat di Klungkung. Namun banyak pihak menduga selama menjabat sebagai Sekda AA Lesmana dianggap belum berhasil menuntaskan tanggung jawab kinerjanya.

Bacaan Lainnya

Menepis rumor negatif tersebut, Bupati Satria usai pelantikan menegaskan pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Kebijakan tersebut, menurutnya, dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kinerja organisasi dan mengejar target pembangunan daerah.

Satria mengatakan mutasi maupun pergantian pejabat merupakan kewenangan pimpinan dan lazim terjadi di lingkungan pemerintahan.

“Pergeseran, mutasi atau jabatan baru bagi pegawai adalah hal yang wajar dan lumrah. Itu terjadi di pemerintahan,” kata Satria.

Bupati Satria menyebut salah satu pertimbangan dalam melakukan evaluasi pejabat adalah capaian kinerja selama menjalankan tugas. Menurutnya, masih terdapat sejumlah program dan target yang belum terealisasi sesuai harapan.

Ia mengaku selama sekitar 1 tahun 7 bulan menjalankan pemerintahan bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, masih ada sejumlah pekerjaan yang belum mencapai target.

“Kita sudah tahu selama 1 tahun 7 bulan menjalankan tugas sama Pak Wakil, ada banyak hal yang belum tercapai. Ada banyak hal yang harus dipenuhi targetnya, tetapi tidak terpenuhi. Tentu ini menjadi evaluasi pimpinan,” ujarnya.

Evaluasi tersebut, lanjut Satria, menjadi dasar untuk menentukan langkah ke depan agar target yang belum tercapai dapat dikejar. Terlebih, kondisi keuangan daerah saat ini juga menjadi perhatian. Satria menyebut Pemkab Klungkung menghadapi kondisi defisit sehingga diperlukan perbaikan dan penyesuaian dalam menjalankan pemerintahan.

“Pertimbangannya bagaimana kita melakukan perbaikan ke depan. Bagaimana kita dalam keadaan defisit yang luar biasa agar bisa menutupi hal itu ke depan,” katanya.

Bupati Satria membantah jika kebijakan pergantian pejabat tersebut dilatarbelakangi kepentingan atau dendam politik.

Ia menegaskan setelah dilantik sebagai kepala daerah, dirinya tidak lagi memikirkan persoalan politik masa lalu. Fokusnya saat ini adalah menjalankan pemerintahan dan mewujudkan visi-misi Kabupaten Klungkung.

“Saya tidak ada pemikiran dosa politik. Saya menjabat, saya tidak berpikir dendam politik. Setelah menang dilantik, saya berpikir daerah,” tegasnya. (roni)

Pos terkait