KUPANG | patrolipost.com – Gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026). Kepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, melaporkan seorang lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia akibat gempa tersebut.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (4/10/2026) sore.
Dia mengatakan lansia tersebut kaget saat melihat sejumlah keluarganya berhamburan keluar rumah saat gempa berkekuatan 6,1 mengguncang daerah tersebut. Lansia tersebut sempat berada di luar rumah, namun berselang beberapa menit kemudian jatuh, tak sadarkan diri, dan meninggal dunia.
Korban langsung disemayamkan di rumahnya oleh keluarganya, setelah gempa terjadi di daerah tersebut.
Terkait dengan kerusakan rumah dan bangunan, dia mengatakan, banyak rumah dan satu sekolah yang rusak berat akibat gempa tersebut. Namun dia belum bisa memastikan jumlahnya karena belum dilakukan pendataan.
“Kita belum bisa pastikan data kerusakan. Tim BPBD dan anggota juga masih lakukan pendataan lebih lanjut sejak pagi tadi,” ujar dia.
Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, pukul 06.55 Wita..
“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan.
Berdasarkan pemantauan sementara dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit pada beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.
Sebagian masyarakat merasakan gempa, namun situasi kondusif dan tidak ada kepanikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan monitoring pasca-gempa di lapangan dan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
BNPB mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan informasi bersumber dari instansi resmi.
Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta untuk menghindari bangunan retak dan tidak berada di tepi pantai untuk sementara. (ant/zar)
