DENPASAR | patrolipost.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara Peresmian Website Cakrawasi, Command Center Cakrawasi dan Galeri Mandala Krisna Ditintelkam di Gedung Presisi Polda Bali, Denpasar, Jumat (13/3/2026).
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya SH SIK MSi mengatakan, Bali yang seperti diketahui menjadi destinasi pariwisata dunia, dimana wisatawan yang datang tidak hanya untuk berwisata atau liburan semata, tetapi juga menjadi tujuan investasi oleh para investor dalam negeri hingga investor asing. Menjadikan Bali sebagai daerah terfavorit dengan prospek keuntungan paling diminati.
Namun di balik meningkatnya mobilitas dan jumlah WNA di Bali yang menjadi berkah, menurutnya juga dapat meningkatkan kerawanan risiko keamanan dan pelanggaran hukum yang melibatkan WNA baik sebagai korban bahkan pelaku.
Oleh karena itu, Polda Bali mengembangkan Website Cakrawasi sebagai sistem pengawasan terhadap WNA yang terintegrasi, lebih adaptif dan berbasis teknologi. Melalui sistem ini Polda Bali mampu memetakan potensi kerawanan dan pelanggaran hukum yang dilakukan para WNA.
Website Cakrawasi merupakan platform digital untuk memudahkan pengawasan dan pendataan keberadaan maupun aktivitas Warga Negara Asing di Wilayah Bali secara cepat, akurat dan terjamin kerahasiaannya
“Dengan sistem ini, risiko kegiatan ilegal, penyalahgunaan izin tinggal, hingga pelanggaran hukum lainnya dapat diminimalisir dan dimitigasi dengan segera,” kata Irjen Daniel Adityajaya.
Polda Bali telah melakukan sosialisasi dan perbaikan terhadap Website Cakrawasi untuk meningkatkan performa dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan Warga Negara Asing terhadap regulasi yang berlaku.
“Untuk mendukung optimalisasi Warga Negara Asing di Bali, oprasionalisasi Website Cakrawasi juga dilengkapi dengan command center sebagai pusat kendali, pemantauan, pengolahan dan analisis data Warga Negara Asing secara realtime,” jelasnya.
Irjen Daniel berharap kehadiran Website Cakrawasi ini dapat menjadi mata pengawasan yang tajam, sistem yang sigap dan jembatan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga Bali tetap aman, tertib dan bermartabat.
Direktorat Intelkam Polda Bali Ipda I Ketut Yudi Mahendra Putra menambahkan, dalam implementasinya, Polda Bali menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali untuk menyosialisasikan penggunaan CAKRAWASI kepada seluruh pelaku usaha akomodasi.
Sinergi ini diharapkan dapat memastikan seluruh wisatawan asing terdata secara optimal, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas WNA di Bali.
Melalui sistem ini, Polda Bali menargetkan terciptanya pariwisata Bali yang aman, tertib, dan berkualitas, dengan pengawasan orang asing yang lebih transparan serta mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan di tengah tingginya arus wisatawan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan acara buka puasa bersama sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di bulan suci Ramadan. (pp05)
