Hujan Lebat: Kios Pura Kehen Hancur hingga Putus Akses Jalan Bangbang -Penaga Landih

kios hancur1
Kondisi kios dekat Pura Kehen pasca dihantam longsor. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Hujan dengan intensitas tinggi (hujan lebat) yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangli menyebabkan terjadi bencana di beberapa titik.  Terparah musibah tanah longsor terjadi di areal Pura Kehen, Lingkungan/Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli. Selain itu  hujan lebat  juga menyebabkan akses jalan Bangbang-Penaga Landih putus.

Informasi yang berhasil dihimpun, tanah longsor yang terjadi di areal Pura Kehen, Bangli menyebabkan 4 kios mengalami kerusakan karena diterjang  material longsoran tanah. Selain itu longsor juga menyebabkan akses jalan di depan pura terbesar di Kecamatan Bangli itu sempat tidak bisa dilalui kendaraan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra  saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026) mengatakan, hujan lebat menyebabkan terjadi tanah longsor di areal pura Kehen, Bangli. Material longsor menerjang bangunan berupa kios yang ada di bawah.

”Terdata sebanyak 4 kios alami kerusakan,” ujarnya.

Adapun 4 kios tersebut milik Jro Gede Kehen, NI Ketut Wariasih, I Ketut Wakil dan Ni Ketut Suratani  yang nota bene merupakan warga setempat.

“Estimasi kerugian akibat musibah longsor mencapai ratusan juta rupiah,”ungkap Kompol Sudarma Putra.

Pasca terjadi longsor petugas Kepolisian dan TNI bersama masyarakat melakukan pembersihan  akses jalan yang tertutup material longsor. Proses pembersihan material longsor dipantau langsung Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra.

Sementara  hujan lebat memutus akses jalan Desa Bangbang – Penanga Landih, tepatnya di Banjar Pulasari, Kawan, Kecamatan Tembuku.

Kepala Dusun  Pulasari Kawan, Wayan Kardiasa mengatakan hujan lebat yang terjadi seharian penuh pada Minggu (1/11/2026) menyebabkan akses jalan utama yang menghubungkan Desa Bangabng dengan beberapa dusun tetangga putus.

”Memang hujan turun sangat lebat dan diketahui sekira pukul 23.00 Wita jalan amblas,” kata Wayan Kardiasa.

Ia mengatakan putusnya akses jalan ini  sangat menggagu  aktifitas warga. Walupun masih ada jalan aleternatif namun jarak tempunya lebih jauh. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah daerah segera  melakukan perbaikan.

”Selain mengganggu aktifitas ekonomi warga, putusnya akses jalan ini juga mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa karena mereka sekolah di Desa Bangbang,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diutarakan salah satu warga Pulasari Kawan, I Nengah Reken. Mantan anggota DPRD Bangli ini mengatakan, putusnya akses jalan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat. Apalagi diketahui jika hampir sebagai besar warga menggeluti usaha sawmil (penggergajian kayu). Walaupun ada akses jalan alternatif yakni ruas jalan Peninjoan-Kebon, kata Reken medannya cukup ekstrem.

”Kami berharap perbaikan akses jalan ini menjadi skala prioritas  dari pemerintah daerah,” jelas Nengah Reken.

Di sisi lain Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli I Putu Susila menjelaskan, dari hasil investigasi yang dilakukan akses jalan yang terdampak longsor sepanjang hampir 25 meter dengan lebar hampir 7 meter dan  kedalaman 9 meter.

”Untuk anggaran perbaikan tentu berdasar panghitungan dari konsultan perencana, maka  kami belum tahu berapa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan akses jalan tersebut,” kata Putu Susila. (750)

Pos terkait