Jejak Dadong Ngenu Masih Misterius, Pencarian Dihentikan karena Ada Upacara Adat

dadong1
Upaya pencarian oleh anggota Tim SAR. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Menginjak sepekan dilaporkan hilang, keberadaan Ni Nyoman Ngenu, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoaan Kecamatan Tembuku, Bangli, masih misterius. Upaya pencarian lansia tersebut bahkan sampai menerjunkan tim SAR pada Sabtu (25/7/2026), namun hasilnya nihil.

Pos Pencarian dan Pertolongan Balio menerjunkan Tim SAR Pos Karangasem. Pencaria dimulai pukul 15.30 Wita hingga 17.45 Wita difokuskan pada area yang dicurigai sebagai lokasi korban terjatuh. Tim SAR gabungan menyusuri jurang.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil koordinasi, pencarian dihentikan sesuai permintaan keluarga target,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem Putu Bhayangkara.

Adapun pertimbangan pencarian dihentikan sementara berdasarkan keputusan  pihak keluarga karena akan berlangsung rangkaian upacara keagamaan di desa setempat. Sebelum Tim SAR dilibatkan, pencarian telah lebih dulu dilakukan oleh keluarga dan warga. Meski operasi pencarian dihentikan sementara, Tim SAR gabungan menyatakan siap memberikan bantuan evakuasi apabila korban ditemukan dan masyarakat membutuhkan dukungan dalam proses evakuasi.

Sementara Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi membenarkan korban hingga kini belum ditemukan. Pencarian  dihentikan sementara karena masyarakat masih disibukkan dengan pelaksanaan upacara adat.

Menurut Dadi, upaya pencarian pada Sabtu menyisir jalur-jalur yang diperkirakan dilalui korban, termasuk aliran sungai.

“Hari ini (Minggu) tidak ada pencarian karena warga setempat masih ada kegiatan upacara,” ungkap Putu  Dadi, pada Minggu (26/7/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ngenu tidak kunjung pulang sejak Selasa (21/7/2026) dini hari. upaya pencarian dilakukan pihak keluarga dibantu warga dan aparat Polsek Tembuku. Bahkan untuk menemukan korban pihak keluarga sempat meminta petunjuk beberapa paranormal, namun belum membuahkan hasil.

Kepala Dusun Tampuagan Nyoman Kartika, mengatakan pencarian terus dilakukan sejak korban dinyatakan hilang. Warga Banjar Tampuagan dilibatkan dalam penyisiran hingga radius sekitar empat kilometer dari rumah korban, bahkan menjangkau Desa Yangapi. Warga juga menyusuri aliran sungai yang dicurigai serta membawa gong.

Sebelumnya korban sempat terekam kamera CCTv melintas di depan Kantor Desa Peninjoan dengan berjalan ke arah Utara. Meski jalur tersebut telah ditelusuri, keberadaan korban hingga kini belum diketahui. (750)

Pos terkait