Kepala Perwakilan BKKBN Bali Berikan Pembinaan Kesehatan Reproduksi di SLB Negeri 1 Klungkung

slb1
Suasana pembinaan kesehatan reproduksi dari Kepala Perwakilan BKKBN Bali kepada siswa SLB Negeri Klungkung. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Komitmen mewujudkan generasi muda yang sehat, berdaya dan terlindungi terus diperkuat oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Dr dr Ni Luh Gede Sukardiasih MFor MARS, menghadiri kegiatan Pembinaan Kesehatan Reproduksi bagi Kelompok Risiko Tinggi (Risti) yang diselenggarakan di SLB Negeri 1 Klungkung pada Senin (8/6/2026). 

Kegiatan ini menyasar 25 siswa penyandang disabilitas sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Dr Luhde menegaskan pentingnya memberikan akses informasi kesehatan reproduksi yang setara bagi seluruh remaja, termasuk remaja penyandang disabilitas. 

Menurutnya setiap remaja memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang benar. Kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kemampuan mengenali diri, menjaga kebersihan, memahami perubahan tubuh, serta melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan dan perilaku berisiko. 

“Saya berharap para siswa untuk terus percaya diri, berani belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya 

Kegiatan yang melibatkan Duta GenRe Provinsi Bali dan mahasiswa sebagai fasilitator ini berlangsung hangat dan interaktif. Dave, Duta GenRe Provinsi Bali 2025, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi merupakan informasi penting yang harus diterima oleh seluruh remaja tanpa terkecuali. Menurutnya, masa remaja merupakan periode yang penuh rasa ingin tahu, termasuk mengenai seksualitas dan fungsi organ reproduksi. 

“Edukasi kesehatan reproduksi bukan lagi hal yang tabu untuk dibahas. Pengetahuan dasar seperti cara menjaga kebersihan organ reproduksi sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk Infeksi Menular Seksual (IMS). Karena itu, edukasi ini penting diberikan kepada semua remaja tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung. Menurut Dave, peserta menunjukkan respons yang sangat baik dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi. Metode pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif turut menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga para siswa dapat belajar sambil bermain. 

“Para siswa terlihat sangat bersemangat dan menikmati kegiatan. Hal ini membuat proses penyampaian materi menjadi lebih mudah dipahami dan menciptakan suasana belajar yang aktif serta kondusif,” tambahnya.

Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat peran sekolah dan keluarga dalam mendampingi remaja penyandang disabilitas menghadapi masa pertumbuhan dengan sehat, aman, dan percaya diri. Melalui pendekatan yang inklusif, kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 yang berkualitas dan berdaya saing. (007)

Pos terkait