JAKARTA | patrolipost.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menenangkan umat agar tidak terprovokasi, menanggapi unjuk rasa yang berujung aksi perusakan di sejumlah daerah.
“Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terus terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/5/2025).
Menag mengatakan bahwa mengutarakan aspirasi adalah hak setiap warga bangsa, namun ia tidak setuju dengan aksi perusakan fasilitas umum karena malah merugikan semua pihak, termasuk masyarakat.
Kepada para penyuluh agama, para penceramah, kiai, dan ustadz, Menag berharap bisa memberikan pesan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap kegiatan keagamaan yang diikuti.
Imbauan yang sama disampaikan Menag Nasaruddin kepada para pemimpin perguruan tinggi keagamaan.
“Sebagai pembina umat, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, cendekiawan dan akademisi diharapkan dapat mengambil peran dalam menjernihkan dan menenangkan suasana,” kata dia.
Menag juga menyampaikan duka mendalam karena ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa demonstrasi ini. Menag mendoakan almarhum Affan Kurniawan mendapat tempat terbaik di sisi Allah, keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran.
Untuk warga yang terluka dan menjalani perawatan, Menag mendoakan semoga lekas sehat dan pulih. Terkait pelanggaran hukum, Menag meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat.
“Proses penegakan hukum sedang berjalan dan percayakan kepada aparat penegak hukum yang tengah bekerja secara profesional dan transparan,” kata Nasaruddin.
Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengajak seluruh umat beragama untuk mendoakan Indonesia agar tetap terjaga, aman, rukun, dan damai.
“Kita harap semua pihak bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa beberapa hari ini untuk terus melakukan perbaikan di masa mendatang,” kata dia. (ant)