SEMARAPURA | patrolipost.com – Tempat pengolahan sampah terpadu TOSS Karangdadi Kusamba satu-satunya di Indonesia dengan mengoperasikan beberapa mesin Phyrolisis serta menyuling destilasi sampah menjadi minyak ternyata sudah menghasilkan sebanyak 2000 liter. Minyak ini setelah diuji coba bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin Phyrolisis serta sepeda motor karyawan TOSS Karangdadi.
Petugas lapangan mesin pengolah sampah Phyrolisis, Ketut Dirga menyatakan bahwa sejak dilakukan uji coba awal 1 Juli 2026 dari pengolahan sampah ini sudah menghasilkan minyak destilasi dan bisa dipakai untuk mengoperasionalkan mesin Phyrolisis ini.
“Sejak diuji coba mesin pengolah sampah Phyrolisis ini sudah menghasilkan minyak hasil destilasi sebanyak 2.000 liter ,” ujarnya.
Menurutnya mesin yang dioperasikan di TOSS Karangdadi Kusamba, Dawan, Klungkung ini adalah mesin Phyrolisis satu satunya mesin pengolah sampah di Indonesia.
Secara detil disebutkannya bahwa semua mesin yang dioperasikan di TOSS Karangdadi Kusamba ada 4 buah, dimana 2 mesin untuk mengolah sampah campuran dan 1 mesin lagi untuk pengolahan ban bekas dan 1 mesin untuk mesin destilasi pengolahan minyak.
“Setelah diuji coba, kita belum mendapat kepastian kapan Pemkab Klungkung mulai mengoperasikan mesin ini secara penuh. Kita masih menunggu instruksi lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara staf lapangan lainnya Nengah Sukada menambahkan bahwa dari uji coba mesin Phyrolisis ini ada kendala belum adanya mesin blower untuk pengeringan sampah dan termasuk mesin pemilah sampah yang bertonase sekitar 8 ton.
“Dari pengoperasian mesin ini tidak mengeluarkan asap hitam pekat tapi hanya keluarkan uap air. Nantinya uap air tersebut ditampung menjadi air seperti yang ada di Timur TOSS . Kemudian air tersebut kembali dialirkan ke mesin Phyrolisis sebagai pendingin saat beroperasi,” pungkasnya. (roni)
