Nihil Sengketa di MK, KPU RI Jadikan Bali Contoh Manajemen Pemilu ke Delegasi India

kpu ri1
KPU RI mendampingi Election Commission of India (ECI) studi lintas negara manajemen pemilu ke Bali, di Denpasar, Jumat (5/6/2026). (Antara)

DENPASAR | patrolipost.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjadikan Bali sebagai contoh manajemen pemilu di Indonesia kepada Election Commission of India (ECI) atau penyelenggara pemilihan di India saat mereka berkunjung.

Anggota KPU RI Idham Kholik di Denpasar, Bali, mengatakan pemilihan Provinsi Bali sebagai lokasi studi lintas negara lantaran Bali menjadi provinsi yang setiap kali pemilu maupun Pilkada manajemennya selalu baik hingga tidak pernah ada perselisihan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bacaan Lainnya

“ECI kami ajak ke kantor KPU Bali, dijelaskan tentang bagaimana pelaksanaan pemilu dan pilkada, bagaimana budaya partisipasi politik masyarakat Bali, dan dalam penyelenggaraan pemilu masyarakatnya selalu dalam situasi menjaga keharmonisan sosial,” kata Idham, Jumat (5/6/2026).

Tidak pernah adanya perselisihan di Provinsi Bali menunjukkan penyelenggaraan pemilu terlaksana dengan baik sehingga delegasi India memuji Bali.

“ECI memberikan apresiasi bagaimana ternyata nilai-nilai kultural menjadi landasan etik dalam partisipasi politik di pemilu ini, mereka menyatakan orang Indonesia ramah, alam Indonesia indah dan dari sisi demokrasi mereka mengapresiasi,” ujar Idham.

Dari sisi ECI sendiri, KPU RI belajar mengenai teknologi pemungutan suara yang dikenal dengan electronic voting machine (EVM). Delegasi India mempresentasikan regulasi, aspek keamanan, piranti EVM serta simulasinya.

Idham mengatakan mereka justru memuji Indonesia, lantaran dengan manajemen pemilu melalui pencoblosan dapat selesai dalam satu hari oleh 204,8 juta pemilih. Sementara, India dengan EVM menyelesaikan pemilu dengan 969 juta pemilih dalam 45 hari.

“Itulah yang disebut sebagai one day election. Jadi, pemungutan suara dalam satu hari dan mereka memberikan apresiasi yang luar biasa karena rata-rata penyelenggaraan pemungutan suara di India itu membutuhkan waktu sampai dengan 45 hari,” kata dia.

Sementara, Ketua KPU Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggaraeni mengatakan dalam studi lintas negara ini, KPU mengajak ECI mengunjungi salah satu tempat pemungutan suara (TPS) yang sukses saat Pemilu 2024, yaitu di Banjar Sembungsari.

Di balai banjar tersebut, dibentuk dua TPS dengan pemilih berjumlah 500 orang dan pemilihan berlangsung lancar sejak pukul 07.00-13.00 Wita dilanjutkan proses rekapitulasi.

“Jadi yang ditanyakan oleh delegasi bagaimana pelaksanaan pemilihan di lokasi ini, kami sampaikan bahwa untuk mengumpulkan atau memberi tanda kepada warga, di pagi hari akan dilakukan pemukulan kulkul oleh kelian adat sebagai penanda bahwa pemungutan suara sudah dimulai,” ujarnya. (ant/zar)

Pos terkait