PAD Anjlok, DPRD Bangli Minta Brida Bangli Lakukan Riset

ketut suastika1
Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Anjloknya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli tahun 2025, menjadi perhatian serius kalangan DPRD Bangli.

Hal itu terungkap dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. Saat itu, sejumlah OPD yang hadir diantaranya, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), BKPAD dan OPD terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Ditemui usai rapat kerja, Suastika menyampaikan bahwa, maju mundurnya keuangan daerah bersumber dari pendapatan. Terlebih, bercermin dari tahun sebelumnya, realisasi target PAD Bangli alami penurunan. Dalam hal ini, dari awal Dewan ingin mengingatkan jangan sampai capaian pendapatan tahun ini, kembali tak capai target.

“Hasilnya tadi trend target bulanan dari Januari – Februari justru turun,” kata politisi PDI-P ini.

Oleh karena itu kata Suastika, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) harus turun melakukan penelitian soal turunnya PAD yang selama dua tahun  terakhir ini.

“Harus lakukan penelitian dan riset. Kebocorannya dimana dan lain sebagainya. Serta bagaimana solusinya dan harus cepat dilakukan. Bripda harus mengkaji. Idealnya apa yang harus dilakukan sehingga capaian PAD bisa sesuai target,” ujar Suastika.

Kata Suastika kalangan DPRD Bangli juga sepakat akan lakukan uji petik kaitan retribusi di Penelokan, Kintamani yang tahun lalu realisasinya jeblok.

“Kita sudah jadwalkan.  Kita akan turun langsung untuk mengetahui berapa retribusi pendapatan per hari, saat low dan high session,” jelasnya.

Pihaknya  menilai dengan turunnya saat ini, masih ada tanda tanya. Apakah tamunya sepi. Padahal dari data, tamu tidak sepi.

“Masih macet kok. Banyak bus-bus. Tapi kok penghasilanya turun. Adakah kebocoran, nanti kita cek melalui uji petik itu,” sebutnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga menekankan agar data potret Bangli secara menyeluruh diberikan OPD untuk menggambarkan potensi, sumber penghasil sekaligus kendalanya untuk bisa melakukan  tindak lanjut ke depannya. (750)

Pos terkait