SEMARAPURA | patrolipost.com – Inovasi pendidikan anak usia dini tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi yang kompleks. Di TK Negeri Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, sebuah papan sederhana yang dibuat dari bahan bekas justru mampu menjadi media untuk menumbuhkan budaya apresiasi dan perilaku positif anak. Inovasi tersebut adalah PANTASIPAUD (Papan Bintang Apresiasi pada Pendidikan Anak Usia Dini) yang digagas oleh Anak Agung Istri Windhari Pramita SPd.
PANTASI PAUD dikembangkan sebagai upaya memberikan penghargaan secara langsung, konkret, dan terstruktur kepada anak ketika menunjukkan perilaku positif di lingkungan sekolah. Gagasan ini berangkat dari pemahaman bahwa anak usia dini membutuhkan penguatan yang mudah dilihat, dipahami, dan dirasakan secara langsung.
Melalui PANTASI PAUD, setiap anak memiliki tempat pada papan apresiasi yang dilengkapi foto dan nama. Ketika anak melakukan tindakan positif, seperti membantu teman, merapikan mainan, menyapa guru dengan sopan, maupun mengikuti kegiatan dengan baik, guru memberikan sebuah bintang untuk ditempelkan pada papan tersebut. Apresiasi yang diberikan secara langsung membuat anak memperoleh umpan balik cepat dan konkret atas perilaku baik yang telah dilakukan.
Keunikan PANTASI PAUD terletak pada konsepnya yang sederhana, murah, ramah lingkungan, namun memiliki fungsi yang kuat. Papan dibuat dengan memanfaatkan bahan bekas pakai seperti kardus dan kertas. Tema papan juga dapat disesuaikan dengan minat anak sehingga menjadi media yang menarik sekaligus kontekstual dalam kegiatan pembelajaran.
Inovasi ini mulai digagas pada persiapan masa pengenalan lingkungan sekolah tahun pelajaran 2025/2026 pada Juni 2025 dan mulai diterapkan pada Juli 2025. Pelaksanaannya meliputi persiapan papan, pengenalan kepada anak, pemberian bintang secara langsung, refleksi harian, penghargaan berkala, serta penyampaian hasil akumulasi bintang kepada paguyuban wali murid.
Raih Prestasi Tingkat Provinsi
Kehadiran PANTASI PAUD tidak hanya memberikan perubahan dalam pembiasaan perilaku positif anak di sekolah, tetapi juga mendapat pengakuan melalui berbagai ajang apresiasi inovasi. Pada tahun 2025, PANTASI PAUD berhasil meraih Peringkat II dalam Apresiasi GTK serangkaian Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Provinsi Bali yang dilaksanakan oleh BGTK Bali.
Prestasi berikutnya diraih dalam Anugerah Lokasanti Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Klungkung. Dalam ajang tersebut, PANTASI PAUD berhasil meraih Peringkat I. Capaian ini semakin memperkuat posisi PANTASI PAUD sebagai salah satu praktik inovasi pendidikan yang lahir dari kebutuhan nyata di satuan pendidikan dan dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya sederhana.
PANTASI PAUD juga telah melalui proses monitoring laporan kajian inovasi oleh tim ahli evaluatorkelitbangan Dr I Made Endra Kartika Yudha SE MSc. Hasil evaluasi memberikan penilaian positif terhadap keberadaan, penerapan, serta potensi replikasi inovasi tersebut.
Dalam kesimpulan kajian, PANTASI PAUD dari TK Negeri Desa Tangkas dinilai sebagai inovasi yang murah, sederhana, dan sangat mudah direplikasi oleh sekolah lain. Inovasi ini dinilai efektif, memberikan dampak nyata, memiliki standar pelaporan dampak yang baik, serta layak menjadi rujukan.
Dari Bintang di Papan Menjadi Budaya Positif
Dalam penerapannya, perubahan positif mulai terlihat setelah beberapa minggu. Anak semakin memahami bahwa perilaku baik mereka diperhatikan dan dihargai. Guru juga lebih mudah memberikan penguatan secara cepat dan adil. Anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan kelas dan mulai menunjukkan perilaku positif secara sukarela. Bahkan, anak mulai memberikan pujian kepada teman sehingga tumbuh empati dan semangat gotong royong.
PANTASI PAUD turut melibatkan orangtua melalui komunikasi perkembangan anak. Guru menyampaikan informasi melalui grup kelas maupun pertemuan paguyuban dan mendorong orang tua melanjutkan budaya apresiasi di rumah. Dengan demikian, apresiasi tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam keluarga.
Melalui inovasi ini, anak juga belajar berbagai nilai karakter, seperti kemandirian, kolaborasi, komunikasi, saling menghargai, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Nilai-ilai tersebut selaras dengan penguatan delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman nyata anak dalam keseharian.
Bagi Anak Agung Istri Windhari Pramita SPd, PANTASI PAUD menjadi bukti bahwa inovasi tidak harus mahal dan rumit. Berawal dari kebutuhan sederhana di ruang kelas, sebuah papan bintang mampu menjadi media untuk mendekatkan guru dengan anak, membangun komunikasi dengan orangtua, sekaligus menumbuhkan kebiasaan baik sejak usia dini.
Dengan meraih Peringkat II Apresiasi GTK 2025 tingkat Provinsi Bali, Peringkat I Anugerah Lokasanti 2025 Kabupaten Klungkung, serta memperoleh hasil evaluasi positif dari tim ahli evaluator, PANTASI PAUD menunjukkan potensi sebagai praktik baik yang dapat dikembangkan dan direplikasi di satuan PAUD lainnya.
PANTASI PAUD menjadi gambaran bahwa satu bintang kecil dapat memberikan makna besar bagi seorang anak. Ketika kebaikan dilihat, dihargai, dan dikuatkan secara konsisten, anak belajar bahwa setiap tindakan positif memiliki arti. Dari ruang kelas yang sederhana, budaya apresiasi pun dapat tumbuh menjadi karakter yang dibawa anak dalam kehidupan sehari-hari. (roni)
