Pawai Pembukaan PKB 2026 Disaksikan Ribuan Wisatawan

pembukaan pkb1
Ribuan wisatawan menyaksikan pawai pembukaan Kesenian Bali (PKB) sebagai daya tarik wisata saat berlibur, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Antara)

DENPASAR | patrolipost.com – Ribuan wisatawan menyaksikan  Peed Aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon, Sabtu (13/6/2026). PKB dibuka Gubernur Bali Wayan Koster dan turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri yang hadir di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon sejak pukul 14.00 Wita disambut dengan prosesi menepak kulkul diikuti garapan kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali Ida Bagus Alit Suryana menyampaikan untuk pawai pembukaan diikuti 10 tim perwakilan kabupaten/kota se-Bali dan ISI Bali.

Sebanyak 3.430 seniman akan bergerak dan beratraksi sesuai tema Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha atau penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis.

Menurutnya, tema tersebut mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali, seperti gotong royong, saling menghormati, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

“Melalui tema tersebut, PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya Bali sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tuturnya.

Penampilan Peed Aya atau pawai peserta PKB ini mendapat pujian dari para wisatawan yang menyaksikan, baik wisatawan nusantara maupun manca negara.  

“Sangat bagus bahwa Bali memiliki semua tradisi ini, saya harap agar festival budaya tetap dipertahankan karena ini jadi daya tarik utama pariwisata juga saya kira,” kata Judith (37), salah satu wisatawan mancanegara (Wisman) Austria, dikutip dari Antara.

Judith mengaku sengaja berangkat sejak siang hari dari tempatnya menginap di Mengwi, Kabupaten Badung, untuk mendapat tempat menonton yang strategis. Selama 18 hari berwisata di Pulau Dewata, ia merasa senang karena jelang kembali ke Kota Wina akhirnya ia menikmati festival budaya yang sejak lama ia dengar ceritanya dari seseorang.

“Saya punya teman dari Bali kami pernah satu sekolah bersama selama satu tahun, dan saya selalu ingin mengunjungi tempat yang selalu dia ceritakan, jadi karena diberitahu festival ini (Pesta Kesenian Bali) berlangsung, saya tidak mau melewatkannya,” ujar Judith.

“Walaupun cuaca panas, bagi saya ini sangat spektakuler melihat semua kostum mereka, musiknya, atraksinya, dan ini sangat asing bagi kami, tapi sangat keren dan sangat sangat spesial,” sambung perempuan itu.

Tak hanya wisatawan mancanegara, salah satu wisatawan domestik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Rita Rahmawati (32) juga menjadikan budaya sebagai daya tarik utama ia bersama keluarganya dalam berwisata ke Bali.

“Saya tahu libur panjang ini akan ada PKB, jadi sengaja dari awal libur sekolah mengajak anak ke Bali,” ucapnya.

Karena waktu berlibur mereka sepekan, maka mereka berencana juga akan menonton rangkaian Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya Art Center. (ant/zar)

Pos terkait