SEMARAPURA | patrolipost.com – PDAM Klungkung akan sepenuhnya tanggung semua biaya kremasi dan asuransi salah seorang pegawai SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) Ceningan yang meninggal dunia akibat tersengat listrik saat mereka bekerja.
Hal itu disampaikan Dirut PDAM Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Senin (26/1/2026) di hadapan sejumlah media yang hadir. Menurut dia almarhum I Gede Satria Bayu (39) pria asal Sengkiding, Kec Klungkung namun tinggal di Ceningan Nusa Penida karena istrinya berasal Ceningan. Almarhum meninggalkan istri dan anak 2 orang.
Peristiwa menghebohkan kecelakaan kerja yang berujung duka terjadi di Kantor SWRO Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Seorang petugas SWRO Gede Satria Bayu dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan perbaikan peralatan.
Lebih lanjut menurutnya, acara kremasi almarhum akan dilaksanakan Selasa (27/1/2026) besok.
“Semua hak hak almarhum asuransi dan biaya kremasi sepenuhnya ditanggung pihak PDAM Klungkung sebagai bentuk tanggung jawab dan sebagai ungkapan duka cita. Almarhum selaku pegawai yang bertanggung jawab dimana almarhum saat kejadian berusaha memompa air yang tergenang yang ada diluar kantor SWRO Ceningan,” ungkapnya.
Sebagai pembelajaran ke depan pihak PDAM Klungkung akan maksimal tekankan SOP keamanan kerja pada seluruh karyawan PDAM Klungkung, untuk menghindari kejadian serupa.
Di sisi lain Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya SH juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut yang merenggut pegawai SWRO Ceningan ini.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Polsek Nusa Penida melalui Polsubsektor Lembongan telah melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk pengamanan TKP dan koordinasi dengan pihak terkait. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, khususnya dalam pengoperasian instalasi yang menggunakan peralatan listrik,” ungkap Kapolsek.
SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) merupakan instalasi pengolahan air laut menjadi air tawar yang berfungsi sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan. Instalasi ini menggunakan sistem pompa dan peralatan listrik bertekanan tinggi dalam operasionalnya.
Menurut Kapolsek, Korban diketahui bernama I Gede Agus Satria Bayu (39), seorang karyawan swasta. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat korban melakukan perbaikan alat pompa air pada instalasi SWRO Ceningan. Setelah selesai melakukan perbaikan, korban membawa pompa ke luar ruangan untuk dilakukan pengecekan fungsi.
Saat dilakukan pengecekan, korban mencolokkan kabel pompa ke sumber listrik untuk memastikan kipas pompa berfungsi. Karena kipas pompa tidak berputar, korban kemudian memegang dan menggoyangkan pompa tersebut. Pada saat itulah korban tiba-tiba berteriak dan diduga tersengat aliran listrik. (roni)
