SEMARAPURA | patrolipost.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster mengukuhkan pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Klungkung masa bakti 2025-2030 di Kenyeri Garden & Shala, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (28/3/2026).
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai, diantaranya Ketua DPRD Bali yang juga Bendahara DPD PDIP Bali Dewa Made Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali Dr (C) I Made Supartha SH MH, Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung Anak Agung Gde Anom SH, Bupati Klungkung yang juga Sekretaris DPC PDIP Klungkung I Made Satria SH, Wakil Bupati Klungkung yang juga Wakil Ketua DPC PDIP Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra SE, serta anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten Fraksi PDI Perjuangan.
Selain itu, hadir pula jajaran pengurus DPC, PAC, ranting hingga anak ranting se-Kabupaten Klungkung yang memenuhi Kenyeri Garden & Shala di Klungkung.
Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa pengukuhan pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting bukan sekadar agenda seremonial partai. Menurutnya momentum ini merupakan amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh kader.
“Saudara-saudara yang dikukuhkan pada hari ini adalah ujung tombak perjuangan partai di tengah masyarakat, yang akan terus menjaga ideologi partai, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menggerakkan rakyat dengan semangat menyama braya, kebersamaan, dan gotong royong,” terangnya.
Wayan Koster juga mengingatkan kader PDI Perjuangan di Bali untuk tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
“Dengan semangat tersebut, perjuangan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Bali harus selalu selaras dengan cita-cita besar menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali sebagaimana visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang demi Nindihin Gumi Bali,” ujar Wayan Koster yang juga Gubernur Bali.
Dalam arahannya, Wayan Koster juga menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Bali yang dinilainya menjadi yang pertama dan tercepat di Indonesia hingga ke tingkat akar rumput.
“Saya bangga dan bahagia mengukuhkan Saudara menjadi pengurus dan pemimpin partai. Jadilah putra-putri terbaik yang memimpin partai dalam mengabdi kepada tanah air, bangsa, dan negara di wilayah masing-masing,” kata Koster di hadapan ribuan kader.
Wayan Koster menegaskan bahwa jabatan pengurus partai memiliki tiga makna penting, yaitu sebagai bentuk kepercayaan menjaga amanah, kebanggaan sebagai bagian dari struktur partai, serta ruang pengabdian luas bagi kepentingan rakyat.
Wayan Koster juga meminta seluruh struktur partai untuk menyelaraskan kerja organisasi dengan agenda pembangunan daerah.
Politisi asal Desa Sembiran ini menekankan pentingnya mengawal visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125).
Menurutnya, kader partai diharapkan aktif membantu pengentasan masyarakat rentan, menjaga ketahanan lingkungan, serta mendorong kedaulatan pangan dan penggunaan produk lokal Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster juga mengingatkan kader agar tidak melupakan sejarah perjuangan partai. Wayan Koster kembali menggemakan pesan Proklamator Sukarno melalui slogan terkenal “Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”.
“Kader harus menjadi teladan, figur pemersatu, dan personal yang dirindukan masyarakat. Sebaliknya, tidak boleh melanggar norma, tidak boleh sombong, serta haram hukumnya serakah, korupsi, hingga terlibat narkoba dan judi yang merugikan rakyat,” tegas Wayan Koster
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Klungkung, Anak Agung Gde Anom S.H, merinci jumlah pengurus yang dikukuhkan mencapai 1.219 orang. Terdiri dari 21 pengurus DPC, 110 pengurus PAC, 413 pengurus ranting dari 59 desa/kelurahan, serta 741 pengurus anak ranting dari 247 banjar atau lingkungan.
“Dengan jumlah ini, mesin partai di Klungkung semakin solid dan satu komando,” ujarnya.
Hal senada disampaikan I Made Supartha yang menilai pengukuhan tersebut merupakan hasil kerja kolektif kader dengan semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa jabatan pengurus bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah perjuangan yang menuntut tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi tinggi.
“Ini adalah kepercayaan besar dari partai yang harus dijalankan dengan penuh komitmen untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. (roni)






