Pemerintah Spanyol Puji Upaya Indonesia Tangani Tragedi Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

km putri sakinah1
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1/2026). (Antara)

JAKARTA | patrolipost.com – Pemerintah Spanyol melalui Kedutaan Besarnya  di Jakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras serta komitmen pemerintah Indonesia dalam penanganan kecelakaan kapal KM Putri Sakinah pada 26 Desember yang menewaskan empat warga negara Spanyol.

Dalam surat resmi kepada Basarnas, Rabu, Kedubes Spanyol menyatakan rasa terima kasih mendalam atas tanggapan cepat, kerja keras, dan koordinasi otoritas Indonesia menyusul insiden tragis tersebut.

Bacaan Lainnya

Secara khusus, Kedubes menyoroti peran berbagai institusi Indonesia serta kerja sama lintas lembaga.

“Kami ingin mengakui peran penting Basarnas, otoritas pelabuhan, Kepala Pelabuhan, serta seluruh pasukan keamanan Indonesia, yang profesionalisme dan dedikasinya menjadi teladan selama proses sulit ini,” tulis pernyataan tersebut.

Berkat koordinasi erat dan upaya berkelanjutan, tim SAR telah menemukan tiga dari empat korban yang hilang.

Seiring perkembangan itu, Kedubes Spanyol dengan hormat meminta agar operasi pencarian diperpanjang untuk menemukan korban keempat yang masih belum ditemukan.

Selain itu, Kedubes menyatakan kesiapannya mendukung koordinasi lebih lanjut dengan otoritas Indonesia.

KM Putri Sakinah tenggelam saat berlayar di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Desember. Kapal wisata itu membawa 11 penumpang, terdiri atas enam wisatawan asal Spanyol, seorang pemandu wisata, serta empat kru kapal.

Pelatih tim sepakbola putri Valencia FC Spanyol Martin Carreras Fernando (44) bersama 2 tiga anggota keluarganya ikut dalam pelayaran tersebut. Setelah Tim Basarnas melakukan pencarian selama 10 hari, akhirnya jasad Martin ditemukan pada Minggu (4/1/2026) siang.

”Setelah diidentifikasi tim forensik Polda NTT, terkonfirmasi jasad itu Martin Carreras Fernando,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere. Dengan demikian, kini tersisa dua korban hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata itu. (ant/zar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *