Pemkab Bangli Kembali Lakukan Pembebasan Lahan Perluasan Bangli Support Center

lapangan bola1
Kondisi lapangan bola di areal Bangli Sport Center. (ist)

BANGLI | patrolipost.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tahun ini kembali melakukan pembebasan lahan untuk perluasan lahan Bangli Support Center. Proses pembebasan lahan menyasar lahan di sebelah Utara dan Selatan. Dalam proses pembebasan lahan ini  Pemkab Bangli mengalokasikan anggaran Rp 3,3 miliar lebih.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Bangli Komang Pariarta saat dikonfirmasi mengatakan proses pembebasan lahan untuk perluasan lahan Bangli Sport Center sudah berproses sejak tahun 2025 kemarin. Adapun untuk perluasan menyasar 2 bidang tanah dengan status  kepemilikan pribadi dan milik subak.

Bacaan Lainnya

Kata Komang Pariarta dalam proses pembebasan lahan ini diawali dengan melakukan penilaian terhadap objek yang akan dibebaskan.

“Kita telah melakukan Kaji PP dengan menggandeng lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap aset tersebut,” ujar Komang Pariarta, Senin (9/1/2026).

Lanjut Pariarta di tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 3,3 miliar lebih untuk pengadaan lahan dan juga untuk hasil kajian telah turun.

“Dengan turunnya hasil kajian tim pengadaan lahan kembali lakukan rapat dengan menghadirkan pemilik lahan, dari subak dihadiri oleh pengurus subak dan lahan milik pribadi dihadiri ahli waris. Hasil rapat pemilik setuju menjual lahan dengan besaran harga  ganti rugi lahan. Hasil rapat telah tertuang dalam berita acara rapat,” tegas Komang Pariarta.

Disinggung untuk luas lahan yang dibebaskan dan harga ganti rugi per are, kata Komang Pariarta, untuk luas lahan milik pribadi seluas 30,5 are dan milki subak seluas 13,99 are. Sedangkan untuk besaran ganti rugi berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rp 76 juta per arenya.

Kenapa pemerintah kembali melakukan perluasan lahan Bangli Support Center, kata Komang Pariarta karena kebutuhan bangunan. Pada tahun 2023 dilakukan tahap pertama pembangunan Bangli Sport Center yakni membangun lapangan bola berikut lintasan dengan 6 lajur serta penataan lahan.

Karena sesuai standar internasional  lintasan atletik harus 8 lajur maka perlu dilakukan perluasan.

“Kalau melihat posisi sekarang  untuk sisi sebelah Utara dan Selatan tidak memungkinkan untuk penambahan lajur lintasan atletik  dan membangun tribune, oleh karena itu  pemerintah kembali melakukan pembebasan lahan,” sebut Komang Pariarta. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *