SEMARAPURA | patrolipost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mengambil langkah strategis dalam memproteksi kekayaan budaya serta menata estetika wilayah. Hal ini terlihat ketika Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Rapat Paripurna I Pembahasan Dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dengan agenda Pemandangan Umum Bupati Klungkung terhadap Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan dan Ranperda tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum di Sabha Nawa Natya Gedung DPRD Klungkung, Senin (23/2/2026).
Bupati Satria menyampaikan apresiasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atas inisiatif dan kerja sama yang baik dalam mengusulkan serta membahas dua Rancangan Peraturan Daerah. Kedua Ranperda tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam rangka penguatan identitas daerah, pelestarian nilai-nilai luhur, serta penataan ruang publik yang berlandaskan sejarah dan kearifan lokal.
“Tentu terkait dua Ranperda ini sangat penting sekali tentang bagaimana kita memastikan terhadap perlindungan budaya kita ada dasar hukumnya dan tentu bagaimana pembinaan dan pelestarian dari masyarakat berkreativitas untuk kemajuan budaya,” harapnya.
Lebih lanjut Bupati Satria menambahkan terkait dengan Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum ini juga sangat penting karena selama ini belum ada dasar hukumnya. Nah, dengan langkah ini nantinya akan memberikan kemudahan identitas daerah dan pelayanan publik terhadap ruang umum.
“Jadi melalui kedua regulasi ini, Klungkung tidak hanya tertata secara fisik melalui penamaan sarana umum yang jelas, tetapi juga tumbuh secara spiritual dan mental melalui pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana serta Kepala OPD terkait lainnya. (roni)
