SEMARAPURA | patrolipost.com – Hujan disertai angin puting beliung yang turun beberapa hari belakangan ini menimbulkan bencana di sejumlah titik wilayah Kabupaten Klungkung. Bencana pohon tumbang jenis kelapa menimpa kabel PLN dan menutup akses jalan raya Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. TKP tepatnya di sebelah Utara Warung D’Carik Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
“Polisi dan BPBD Klungkung bergerak cepat atasi bencana pohon tumbang timpa kabel PLN di Nyalian Banjarangkan dan longsor di Sakti, Nusa Penida, Klungkung,” ujar Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Alit, Kamis (26/2/26).
Menurutnya, saat terjadinya peristiwa pohon tumbang, cuaca sedang hujan disertai dengan angin kencang. Pohon kelapa tersebut tepatnya berada pada sisi Timur jalan, dan berdiri pada kemiringan tanah. Hal tersebut mengakibatkan tanah tergerus air hujan serta angin kencang membuat pohon kelapa tumbang.
“Sekitar pukul 18.30 Wita, Tim BPBD Klungkung dan Polsek Banjarangkan tiba di lokasi serta langsung melakukan penanganan / evakuasi. Pukul 19.00 Wita, penanganan selesai dilaksanakan, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil dalam peristiwa tersebut,” ungkap Dewa Alit.
Dituturkan, pohon kelapa tumbang diduga akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan kondisi tanah menjadi labil dan tergerus air.
“Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, diimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pohon perindang yang berada di pinggir jalan maupun dekat jaringan listrik,” ungkapnya lebih jauh.
Sementara itu kejadian bencana tanah longsor di hari yang sama juga terjadi di wilayah Nusa Penida, tepatnya menimpa sebuah rumah milik I Wayan Gunawan Banjar Anyar, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, tanggal 24 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 Wita, namun dilaporkan pada Rabu, 25 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 Wita.
“Kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban di lokasi kejadian,berawal pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 Wita, korban I Wayan Gunawan menyadari adanya tanda-tanda suara runtuhnya sebuah bangunan pagar Pura (Pura Sanggah) yang berada di dalam rumah korban.
Kemudian korban merespons cepat keluar dari kamar/rumah untuk melakukan pengecekan dari suara runtuhan tersebut dan melihat dari adanya pagar pelinggih pura yang mengalami keruntuhan sehingga menimpa lahan kosong yang ada di halaman samping rumah tersebut namun tidak menimbulkan kerusakan susulan pada bangunan lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, material longsor yang terdiri dari bongkahan batu kapur, puing beton penyengker, milik I Wayan Gunawan roboh dan amblas ke bawah halaman lahan kosong dekat rumah korban.
Peristiwa tersebut terjadi diakibatkan curah hujan yang terus menerus (faktor alam) mengakibatkan amblasnya penyengker pura yang berada di halaman dalam rumah tersebut
“Atas kejadian tersebut nihil adanya korban jiwa hanya saja korban/pelapor mengalami kerugian material sebesar kurang lebih sejumlah Rp 50.000.000. Saat ini, sisa puing material longsor masih dalam proses pembersihan secara gotong royong oleh warga sekitar, dengan bantuan personel Polsek Nusa Penida,” pungkasnya. (roni)
