DENPASAR | patrolipost.com – Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel polisi berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.
“Polda Bali mengoptimalkan personel lalu lintas dan personel kewilayahan di setiap SPBU, untuk memastikan antrean kendaraan tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, penempatan personel dilakukan secara situasional dengan mengutamakan titik-titik antrean SPBU yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamseltibcarlantas. Pengaturan kendaraan dilakukan agar tidak menghambat jalan, serta memastikan masyarakat dapat mengantre dengan aman dan tertib. Polda Bali juga mengoptimalkan patroli dan pemantauan perkembangan situasi secara berkala.
“Personel di lapangan melakukan pengawasan, memberikan imbauan, serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar pelayanan dan antrean berjalan tertib. Apabila ditemukan potensi gangguan Kamtibmas, petugas akan segera melakukan langkah pengamanan dan penanganan sesuai prosedur, “tegasnya.
Polda Bali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), serta tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu kenenarannya (hoax). Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengantre dengan tertib, dan tidak menggunakan badan jalan untuk mengantre apabila dapat menghambat arus lalu lintas.
Selain melakukan pengamanan di SPBU, Polda Bali juga terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina serta instansi terkait mengenai kondisi stok dan distribusi BBM.
“Apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau tindak pidana, seperti penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, pihak Kepolisian akan menindaklanjuti dan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” tegas Ariasandy. (007)
