Prabowo Ngaku Sering ke Luar Negeri untuk Jaga Ekonomi Rakyat, Netizen Berkomentar Negatif

prabowo1x
Presiden Prabowo Subianto. (antara)

JAKARTA | patrolipost.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Dia mengaku dinas luar negeri tersebut dimaksudkan untuk menjaga ekonomi masyarakat Indonesia.

“Makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” kata Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis dan pakar, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Minggu (22/3/2026).

Bacaan Lainnya

Kepala Negara menegaskan, tentu para menteri juga bekerja melakukan menjajaki kerja sama dengan negara-negara sahabat. Namun, proses penjajakan kerja sama dengan negara sahabat akan lebih cepat jika Presiden RI turun tangan.

Prabowo mencontohkan kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa soal Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang baru berhasil usai negosiasi panjang selama 10 tahun.

“Aku kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya,” beber Prabowo.

“Kita sama Kanada, CEPA juga perdagangan ya untuk buka. Sekarang kita punya barang-barang 0 persen ke Kanada, ke Uni Eropa,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, dunia saat ini sudah menjadi geoekonomi. Oleh karenanya, memang diperlukan hubungan baik dengan semua negara.

“Jadi memang di dunia yang sekarang geopolitik sudah menjadi geoekonomi. Jadi kalau anda hubungannya tidak baik, anda dapat tekanan macam-macam,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyoroti kekayaan alam sumber daya alam Indonesia yang sangat besar. Sejak ratusan tahun lalu, Indonesia diincar negara lain karena kekayaan alamnya.

“Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh. Suka tidak suka,” kata Prabowo.

Maka itu, Presiden Prabowo menekankan Indonesia harus punya hubungan baik dan banyak negara.

“Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G, kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus,” lanjutnya. (kpc)

Komentar Miring Netizen

Di kolom komentar berita yang tayang di Kompas.com, Senin (23/3/2026) ini direspons belasan netizen. Dari 13 komentar yang masuk sampai Selasa (24/3/2026) pukul 17.30 WIB, semuanya bernada miring dan skeptis, tidak satu pun yang bernada positif. Berikut komentar netizen:

baek frost: apakah dengan sering berkunjung ke luar negeri menghasilkan 19 juta lapangan kerja? huekk!

Sahat Simanjuntak Keren: hasilnya nol…. saat nya badai berlalu,…. rakyat bangun

Budi Lurus: dah bertahunz baca komen artikel. baru presiden ini yg hampir semua komennya muak wkwk

Anton Dwi Putranto: jaga ekonomi rakyat yang mana?

Mar: bohong jaga ekonomi rakyat. bilang aja mau tunjukin ke orang asing punya gigi. yakin kalian presiden kita punya gigi?

Syarifuddin: makin sering si omon2 keluar negeri makin sejahtera rakyat negeri ini. dia sebaiknya di posting saja selalu berada diluar negeri agar nkri tambah makmur dan sejahtera

Rehano Devaro: bicara tanpa logika seperti ini adalah kelebihan utama pejabat negeri ini.

Gerobak Bin: wkwkwk.. coba presiden konoha ngomongnya mulai sekarang tidak boleh lagi presiden dinas ke luar negeri.. ini kok malah omon2 mempertahankan diri..

bejo sukirman: asal omon

Pareang: lapangan kerja? boro2 kerja, mau magang saja susah… omdo

Prasta: ekonomi mbah mu apa hasilnya buat rakyat. (kpc/zar)

Pos terkait