Program MBG Makan Korban Lagi, 707 Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan

keracunan1
Pelajar SMK Negeri 6 Semarang dirawat oleh tim medis usai diduga keracunan. (Dok. Pemkot Semarang)

SEMARANG | patrolipost.com –  Program Makan bergizi Gratis (MBG) kembali makan korban. Sedikitnya 707 siswa SMKN 6 Semarang keracunan sehabis menyantap MBG. Dari jumlah itu 15 di antaranya sempat menjalani rawat inap, dan kini tersisa 10 siswa masih dirawat.

Adapun korban terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Mereka dirawat di Faskes terdekat dengan tempat tinggalnya seperti RSD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, RS Bhakti Wira Tamtama, RS Panti Wilasa, RS Permata Medika, hingga Puskesmas Halmahera.

Bacaan Lainnya

Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan sebagian besar siswa telah membaik dan diperkirakan akan pulang dalam waktu dekat.

“Kecuali yang dirawat intensif di rumah sakit, mungkin ada yang diperbolehkan hari ini pulang, ada yang harus menunggu hari Senin karena katanya dokter harus menunggu antibiotiknya dihabiskan dulu,” kata Berti saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

Berti menyebut pada hari pertama, Jumat (31/7/2026) lalu sebanyak 42 orang mendapat penanganan intensif di sekolah. Kemudian 13 siswa dilarikan ke rumah sakit karena harus menjalani rawat inap.

“Tidak semuanya dirujuk ke rumah sakit, yang ditangani sekolah itu 42, terus yang di rumah sakit ada 13,” ujarnya.

Menurut Berti, para guru telah bergantian menjenguk dan memantau kondisi kesehatan siswa ke rumah sakit. Kendati sebagian siswa sudah pulang, tapi ada penambahan dua siswa yang masuk ke rumah sakit.

“Sudah membaik, per hari kemarin (Sabtu, 1 Agustus 2026) saya nengok itu tinggal delapan. Tapi hari ini (Minggu, 2 Agustus 2026) mungkin ada anak lagi masuk, jadi 10 (masih rawat inap),” bebernya.

Sebagai upaya penanganan, sekolahnya masih membuka posko untuk pelaporan yang selama 24 jam. Kini sekolah juga menganjurkan siswa membawa bekal makanan dari rumah mengingat layanan MBG masih dihentikan sementara. Pemberhentian itu dinilai penting untuk pemulihan psikologis bagi korban yang masih trauma.

“Kami minta dihentikan dulu saja soalnya biar trauma anak-anak itu selesai dulu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Berti mengaku sempat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menjenguk siswa yang dirawat di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang, Sabtu (1/8/2026). “Beliau menyampaikan menitip anak-anak ya, tolong dijaga. Selebihnya menyampaikan doa ke siswa yang terdampak, kemudian menyampaikan komitmen memperbaiki MBG dan memberikan santunan juga,” katanya.

Berti mengatakan, BGN juga menyampaikan bahwa biaya pengobatan korban akan ditanggung BGN. Ia berharap program MBG dapat dievaluasi di seluruh tahapan agar layak dan aman dikonsumsi masyarakat, serta tidak menyisakan anak-anak yang masih trauma.

“Harapan kami seperti harapan Bapak Kepala BGN. Jadi makanan yang disajikan itu seperti makanan di rumah sakit kemarin, jadi makanannya sehat tidak menimbulkan masalah di kesehatan, justru menambah kesehatan anak,” tegasnya. (kpc/zar)

Pos terkait