page hit counter
www.patrolipost.com
20:21 WITA - Wawako Denpasar Beri Dukungan Moril kepada Sudikerta 17:36 WITA - Lakukan Pemerasan, Kelian Banjar Dinas Divonis 2 Tahun 4 Bulan 17:21 WITA - Yudha Putra Legowo Digugurkan sebagai Balon Perbekel Tamanbali 17:00 WITA - Kecanduan Video Porno, Sopir Taksi Cabuli Bocah SD 16:40 WITA - Jadi Lokasi Bunuh Diri, Jembatan Tukad Ngokong Diupacarai 16:17 WITA - Golkar Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Ketua Umum 2019-2024
Terkait Pelecehan Seksual di Sky Garden
Markus Karel Minta Penangguhan Penahanan ke Kapolri

Jumat, 23/08/2019 - 21:17:29 WITA
Nyoman Ferry dan Polenewen, istri Markus Karel
TERKAIT:
 
  • Markus Karel Minta Penangguhan Penahanan ke Kapolri
  •  
    DENPASAR | patrolipost.com - Markus Karel Senen yang ditahan di Mapolsek Kuta dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap manager SDM dan pengancaman terhadap Direktur Sky Garden, meminta perlindungan hukum ke Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Pria kelahiran Ambon yang lama tinggal di Belanda itu juga meminta penangguhan penahanan lantaran sedang sakit sehingga memerlukan perawatan.

    Menurut kuasa hukumnya, Nyoman Ferri Supriadi, kondisi kliennya saat ini sangat memprihatinkan. Kliennya menderita sakit stroke dan sempat kumat dalam ruang tahanan Polsek Kuta. Sehingga sempat menjalani perawatan medis di RS Siloam.

    "Klien saya kondisinya tidak sehat. Memang sempat opname di Rumah Sakit tetapi kondisinya belum sehat," ungkapnya di Denpasar, Jumat (23/8) sore.

    Nyoman Ferri juga membantahnya aksi pemukulan seperti yang dituduhkan kepada kliennya itu. Menurutnya, kliennya hanya mengekspresikan kemarahannya lantaran anak pemilik Sky Garden, Titian Wilaras berinisial PW (24) mendapatkan tindakan pelecehan seksual dari I Putu Gede Ambara Sadewa.

    Terkait kondisi kliennya yang sedang sakit dan tidak melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan, pihaknya melayangkan surat perlindungan hukum ke Kapolri dengan ditembuskan ke Kapolda Bali dan Kapolresta Denpasar. "Hari ini (kemarin - red) kami langsung kirim suratnya ke Mabes Polri," ujarnya.

    Nyoman Ferry mengaku heran dengan langkah pihak kepolisian Polsek Kuta. Sebab, kliennya itu sudah jelas sakit berdasarkan surat dari dokter. Namun surat penangguhan penahanan hingga kini belum ada jawaban. Ia sendiri tidak tahu sama sekali apa alasannya.

    "Kalau Pak Markus dibilang preman, apa buktinya? Mestinya mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penangguhan itu adalah hak. Pada saat terjadi keributan, Manager SDM Sky Garden, I Putu Gede Ambara Sadewa diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak dari temannya Pak Markus. Karena itu Markus menampar orang tersebut karena refleks," katanya.

    Sementara istrinya Markus Karel, Polenewen (37) menambahkan, selama di Belanda, sang suami selalu menjalani terapi. Saat datang ke Bali pun suaminya itu masih dalam kondisi tidak stabil. "Mendapatkan kabar bahwa suami masuk sel, saya langsung terbang ke Bali. Saya khawatir dengan kondisi suami saya yang kini tengah sakit. Saya tidak bisa memberikan perhatian karena jam besuk hanya Selasa dan Kamis saja," tuturnya.

    Dugaan pelecehan seksual berawal dari PW datang ke ruangan admin Kitchen di Sky Garden untuk meminta data infentory kitchen kepada Ambara Sadewa. Namun PW disuruh duduk oleh Ambara, tetapi PW menolak karena masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan. Namun Ambara malah memegang kedua pundak korban dan lagi menyuruhnya duduk. Atas perlakuan itu, korban yang adalah anak bos Sky Garden, sempat membentak pelaku. Pelaku malah merespon dengan menggenggam pundak anak owner ini lebih keras lagi sehingga ia ketakutan.

    "Pelaku langsung menggerayangi leher korban menggunakan tangan. Salah satu tangannya kembali dimasukkan ke dalam perut korban, lalu tangannya terus dinaikkan hingga meraba payudara korban dari balik bra," tutur Nyoman Ferry.

    Kasus dugaan pelecehan terhadap anak bos Sky Garden ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polresta Denpasar dengan Laporan Polisi;  LP-B/ 912/ VIII/ 2019/ Bali/ Resta Dps, tertanggal 12 Agustus 2019. Bahkan, Ambara sendiri telah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Denpasar beberapa hari lalu. (ray)




     
    Berita Lainnya :
    Sidang Lanjutan Kasus Penipuan
    Wawako Denpasar Beri Dukungan Moril kepada Sudikerta
    Lakukan Pemerasan, Kelian Banjar Dinas Divonis 2 Tahun 4 Bulan
    Yudha Putra Legowo Digugurkan sebagai Balon Perbekel Tamanbali
    Kecanduan Video Porno, Sopir Taksi Cabuli Bocah SD
    Jadi Lokasi Bunuh Diri, Jembatan Tukad Ngokong Diupacarai
    Golkar Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Ketua Umum 2019-2024
    Sidang Sudikerta Sempat 'Diganggu' Guncangan Gempa
    Dalam Hitungan Menit, Bali Tiga Kali Digoyang Gempa
    Kejaksaan Klungkung Sita 23 Petak Tanah Kasus Korupsi Mantan Bupati
    Polda Bali dan Kepolisian Canada
    Tingkatkan Kerjasama Penanganan Kasus Transnational and Organized Crime
    Dituding Caplok Tanah Warga, Bendesa Pekutatan Disomasi
    Anggota TNI Kodim 1623 Karangasem Dites Urine
    Pengerjaan Jembatan Gubug-Bongan Capai 65 Persen
    Hai Long Pao Ping di Laut Bali
    Dahulu Sebulan, Kini Cuma 7 Hari
    Pertama di Indonesia, BPN Bali Terapkan Program HT-Elektronik
    Disidak Tim Gabungan, hanya Satu Galian C Bugbugan Punya Izin
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    2   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    3   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    4   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    5   Ribut di Arena Tajen, Kadek Nadi Kena Tebasan Golok
    6   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri