page hit counter
www.patrolipost.com
16:08 WITA - Mega - SBY dan Prabowo - Sandi Mendapat Apresiasi Khusus Ketua MPR 15:41 WITA - Ma'aruf Amin Tanggalkan Sarung saat Pelantikan 14:46 WITA - Inilah Bocoran Kabinet Kerja Jilid II Jokowi - Ma'aruf 13:55 WITA - Setelah Tempeleng 10 Siswa, Motivator Ini Berkali-kali Minta Maaf 13:08 WITA - Mega-SBY dan 17 Kepala Negara Hadiri Pelantikan Jokowi 12:38 WITA - Kapolres Karangasem Buka Perkemahan Bakti Remaja
Mengonsumsi Susu Tak Mengakibatkan Gemuk

Sabtu, 28/09/2019 - 07:51:45 WITA
net - Segelas susu
TERKAIT:
 
  • Mengonsumsi Susu Tak Mengakibatkan Gemuk
  •  
    JAKARTA | patrolipost.com - Dewasa ini, anggapan meminum susu adalah bisa menimbulkan obesitas atau kegemukan. Nyatanya, itu hanya sebuah mitos yang berkembang di masyarakat. Dokter Spesialis Kecantikan, Dr Haekal Anshari, menegaskan, mengonsumsi susu bisa menyebabkan obesitas adalah mitos. Sebaliknya, justru susu memiliki banyak manfaat panjang jika mengonsumsinya secara rutin.
     
    "Orang tahunya selama ini susu itu lemaknya tinggi. Padahal sebetulnya ini sudah ada penelitiannya dari Jurnal International of Obesity pada 2004 bahwa kandungan kalsium dan protein yang ada di dalam susu itu justru membantu menurunkan berat badan pada orang dewasa yang mengalami obesitas," tutur Dr Haekal. Dengan mengonsumsi susu, orang bakal terhindar dari keingan makan berlebihan.

    Sebab, protein pada susu akan membuat orang lebih cepat merasa kenyang. Setidaknya, segelas susu hanya mengandung 146 kalori, atau sama dengan 10 persen kebutuhan kalori harian. "Penyebab obesitas itu sebenarnya bukan susu, melainkan asupan makanan yang berlebih termasuk pola hidup yang tidak aktif bergerak. Kebanyakan main game, kebanyakan duduk, dan tidak berolahraga," imbuhnya.

    Meski begitu, Dr Haekal tidak menyangkal kalau ada faktor lain lagi yang membuat orang dewasa enggan mengonsumsi susu sehari-hari. Salah satunya adalah laktos intoleren, yaitu kondisi di mana tubuh seseorang tidak menghasilkan enzim laktase yang befungsi untuk menyerap laktosa atau kandungan gula yang ada di dalam susu. Mengalami laktos intoleran untuk orang Asia saat ini hanya terjadi sekali.
     
    "Jadi ketika lahir sebagai bayi, kemudian menjadi anak-anak, sebetulnya tubuh seseorang menghasilkan enzim laktase yang cukup. Bertambahnya usia menjadi dewasa, kemudian orang itu tidak lagi meminum susu. Maka tubuh tidak lagi menghasilkan enzim laktase yang cukup, sehingga mengalami laktos intoleran," papar Dr Haekal. Laktos intoleran sendir ada primer, sekunder dan bawaan. (med)



    sumber: medcom.id



     
    Berita Lainnya :
    Mega - SBY dan Prabowo - Sandi Mendapat Apresiasi Khusus Ketua MPR
    Ma'aruf Amin Tanggalkan Sarung saat Pelantikan
    Inilah Bocoran Kabinet Kerja Jilid II Jokowi - Ma'aruf
    Setelah Tempeleng 10 Siswa, Motivator Ini Berkali-kali Minta Maaf
    Mega-SBY dan 17 Kepala Negara Hadiri Pelantikan Jokowi
    Kapolres Karangasem Buka Perkemahan Bakti Remaja
    Stripe Baru, Honda Sonix 150 R Makin Agresif
    Angin Kencang Terjang Kintamani, Pohon-pohon Tumbang
    Empat Titik Kebakaran Lahan 'Kepung' Wilayah Kintamani
    Viral di Medsos, Dua Balita Nangis Menyaksikan Orangtuanya Terbakar
    Kecelakaan Maut di Tol Lampung, Empat Tewas
    PLN Keluhkan Banyaknya Tiang Beranak
    Jaga Kamtibmas, TNI-Polri Gelar Patroli Bersama Naik Sepeda
    Bupati Suwirta Pergoki Penambang Pasir Liar di Eks Galian C Gunaksa
    KNPI Klungkung Gelar Pelatihan Tanggap Bencana
    Pesona Nusa Dua Fiesta 2019 Jaring Wisatawan Milenial dan Pecinta Musik Tanah Air
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Waduh! Tiga Rumah Mewah di Renon Dirampok
    2   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    3   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    4   Ngemplang Pajak 200 Miliar, Bangunan Hotel di Seminyak Disita
    5   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    6   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya