page hit counter
www.patrolipost.com
16:08 WITA - Mega - SBY dan Prabowo - Sandi Mendapat Apresiasi Khusus Ketua MPR 15:41 WITA - Ma'aruf Amin Tanggalkan Sarung saat Pelantikan 14:46 WITA - Inilah Bocoran Kabinet Kerja Jilid II Jokowi - Ma'aruf 13:55 WITA - Setelah Tempeleng 10 Siswa, Motivator Ini Berkali-kali Minta Maaf 13:08 WITA - Mega-SBY dan 17 Kepala Negara Hadiri Pelantikan Jokowi 12:38 WITA - Kapolres Karangasem Buka Perkemahan Bakti Remaja
Walau Lumpuh, Tirtayasa Berhasil 'Sulap' Sampah Jadi Kerajinan Bokor

Selasa, 01/10/2019 - 22:52:11 WITA
Ketut Tirtayasa saat menbuat kerajinan bokor di rumahnya di Banjar Beng, Desa Carangsari, Petang.
TERKAIT:
 
  • Walau Lumpuh, Tirtayasa Berhasil 'Sulap' Sampah Jadi Kerajinan Bokor
  •  
    MANGUPURA | patrolipost.com - Meski mengalami cacat fisik, bukan berarti membuat Ketut Tirtayasa (45)  menyerah. Di tengah keterbatasan fisiknya sebagai pria lumpuh, ia justru semakin bersemangat untuk menyambung hidup. Terbukti, berkat ketekunan dan keuletannya ia kini sukses menjadi perajin bokor berbahan sampah.

    Pria kelahiran Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung ini menggeluti kerajinan bokor berbahan kertas dan koran bekas sejak dua tahun lalu. Kini bokor dari 'sampah' bahkan cukup laris di pasaran. Meski sebatas kerajinan rumahan, namun hasil karyanya sudah mampu membantu ekonomi keluarganya.

    Untuk diketahui, Tirtayasa mengalami lumpuh sejak kecil. Awal kelumpuhannya karena mengalami sakit hingga kejang-kejang. Sehingga membuat kedua kakinya lumpuh total dan harus menggunakan kursi roda hingga saat ini.

    Meski mengalami cacat fisik dari kecil ia tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Sebelum ahli membuat kerajinan bokor, Tirtayasa sempat mencoba sejumlah pekerjaan. Namun, apa daya karena kekurangan fisiknya, sejumlah pekerjaan yang dipelajarinya gagal. Namun demikian, ia tak putus asa. Ia justru tambah semangat mencari peluang untuk menghasilkan rupiah sampai akhirnya ia bisa membuat kerajinan bokor. Kerajinan bokor ini digeluti sejak dua tahun lalu.

    "Sebelum membuat kerajinan bokor dari kertas, sebelumnya saya sempat belajar mengukir kayu juga, tapi berhenti karena tidak kuat duduk. Kemudian, saya belajar ngesol sepatu, cuma kadang ada yang nyuruh kadang tidak," ungkap Tirtayasa saat ditemui di rumahnya di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Selasa (1/10).

    Ia mengaku ulet mengambil berbagai macam pekerjaan karena tidak ingin membebani keluarganya yang lain yang secara ekonomi juga masih serba kekurangan. "Mau bagaimana lagi. Saya harus tetap berusaha demi dapat uang untuk makan," katanya.

    Keahliannya membuat kerajinan bokor didapat secara otodidak,  Saat itu, kata dia ada siswa SD di sepurataran rumahnya yang menyuruhnya untuk membuat kerajinan berbahan kertas. Saat itulah ia belajar hingga kini menjadi pengerajin bokor berbahan kertas bekas.

    "Awalnya saya coba-coba karena ada siswa yang menyuruh saya buat dulu. Dan itu saya terus pelajari sampai bisa seperti sekarang," jelas anak dari pasangan I Wayan Redit (ayah) dan I Nyoman Rudeh (Ibu) ini.

    Dia membuat kerajinan bokor secara manual. Mulai dari menggiling koran atau kertas sampai finishing. "Saya butuh waktu enam hari untuk satu bokor," katanya.

    Bokor yang dibuatnya pun ada dua jenis, hanya berbeda dari segi ukuran saja. Untuk bokor yang besar ia hanya menjual dengan harga Rp 160 ribu. Namun untuk yang ukuran kecil dijualnya dengan harga Rp 50 ribu.

    "Untuk pemasaran saya dibantu oleh para tetangga. Lumayan order cukup banyak," bebernya.
    Dalam berproduksi kerajinan ini, Tirtayasa mengakui memiliki banyak tantangan. Selain fisik yang tidak normal, peralatan yang dimiliki juga sangat sederhana. Bahkan untuk menggiling dan mengecat masih dilakukan secara sederhana.

    "Karena semua serba manual, jadi produksinya lamban. Paling cepat satu bokor besar seminggu baru selesai satu," kata Tirtayasa.

    Ia pun berharap ke depan mendapat bantuan peralatan dari Pemkab Badung. Sehingga mempermudah dia berproduksi.

    "Sangat berharap daoat bantuan pemerintah, minimal bantuan alat penggiling dan kompresor untuk alat cat," tegasnya. (634)




     
    Berita Lainnya :
    Mega - SBY dan Prabowo - Sandi Mendapat Apresiasi Khusus Ketua MPR
    Ma'aruf Amin Tanggalkan Sarung saat Pelantikan
    Inilah Bocoran Kabinet Kerja Jilid II Jokowi - Ma'aruf
    Setelah Tempeleng 10 Siswa, Motivator Ini Berkali-kali Minta Maaf
    Mega-SBY dan 17 Kepala Negara Hadiri Pelantikan Jokowi
    Kapolres Karangasem Buka Perkemahan Bakti Remaja
    Stripe Baru, Honda Sonix 150 R Makin Agresif
    Angin Kencang Terjang Kintamani, Pohon-pohon Tumbang
    Empat Titik Kebakaran Lahan 'Kepung' Wilayah Kintamani
    Viral di Medsos, Dua Balita Nangis Menyaksikan Orangtuanya Terbakar
    Kecelakaan Maut di Tol Lampung, Empat Tewas
    PLN Keluhkan Banyaknya Tiang Beranak
    Jaga Kamtibmas, TNI-Polri Gelar Patroli Bersama Naik Sepeda
    Bupati Suwirta Pergoki Penambang Pasir Liar di Eks Galian C Gunaksa
    KNPI Klungkung Gelar Pelatihan Tanggap Bencana
    Pesona Nusa Dua Fiesta 2019 Jaring Wisatawan Milenial dan Pecinta Musik Tanah Air
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Waduh! Tiga Rumah Mewah di Renon Dirampok
    2   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    3   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    4   Ngemplang Pajak 200 Miliar, Bangunan Hotel di Seminyak Disita
    5   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    6   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya