www.patrolipost.com
19:45 WITA - Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli 19:26 WITA - Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan 17:09 WITA - Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih 11:04 WITA - Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali 10:56 WITA - Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus 22:13 WITA - Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
Bupati Mahayastra Mediasi Sengketa Lahan Adat Pakudui

Rabu, 07/08/2019 - 03:53:20 WITA
ata - Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengadakan jamuan makan, dengan krama Pakudui yang terlibat sengketa lahan.
TERKAIT:
 
  • Bupati Mahayastra Mediasi Sengketa Lahan Adat Pakudui
  •  
    GIANYAR | patrolipost.com - Menyikapi ketegangan antara krama Banjar Pakudui Kawan dan Pakudui Kangin jelang pelaksanaan eksekusi atas sengketa lahan pelaba pura, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, memediasi kedua belah pihak sembari makan siang bersama, Selasa (06/08/2019).

    Dari proses mediasi itu, ada sebuah perkembangan positif terjadi yaitu adanya titik temu yakni eksekusi akan dilaksanakan dan lebih lanjut krama diharapkan kembali bersatu di bawah naungan Desa Adat Pakudui. Kondisi ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang selalu diwarnai ketegangan.

    Mediasi yang berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati ini diinisiasi oleh Mahayastra. Pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati yang didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan instansi terkait  memaparkan hasil putusan pengadilan yang mengisyaratkan agar krama Pakudui bersatu kembali.

    Terkait sengketa lahan pelaba Pura yang yang kini sudah berkekuatan hukum tetap, wajib dilaksanakan eksekusi. Namun, pelaba Pura yang disengketakan itu tetap jadi milik bersama. Mahayastra mengatakan, persoalan adat harus selesai baik formal dan yuridis. Tidak bisa pada aspek hukum saja.

    Terlebih, faktanya masih ada yang belum selesai. Karena itu, dirinya bertekad menyelesaikan persoalan tersebut. Termasuk pula memediasi kesepakatan mengenai desa adat dan aset yang ada. "Saya tidak ingin dalam pemerintahan saya ada persoalan adat apalagi ada eksekusi bangunan," katanya.

    Ia menilai, secara hukum kedua desa adat dipaksa untuk kembali bersatu, sehingga kedua pihak harus saling mengalah dan tidak ada menang-menangan. Mengenai konflik internal antar krama Desa Adat Pakudui, Bupati meminta majelis adat dan instansi terkait untuk melaksanakan pendampingan.

    Gayung bersambut. Krama pun menerima saran bupati agar eksekusi dilakukan. Kemudian, penyelesaian konflik antara kedua belah pihak yang sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun itu perlu segera dilakukan. Setelah disepakati, Bupati akan mencarikan hari yang baik untuk pelaksanaan eksekusi.

    Menghindari pembahasan yang membias, dengan langkah cepat dan tepat, Mahayastra mengajak keduabelah pihak makan siang bersama. "Setelah proses eksekusi, aset tersebut jadi milik bersama. Persoalan bagaimana nanti pembagian atau pengelolaannya, saya siap jadi mediator," katanya.

    Ia memastikan akan berada di sisi netral, tidak di salah satu pihak. Di sela makan bersama, Bendesa Pakraman Pakudui, Bendesa Adat Pakudui, I Ketut Karma Wijaya, menegaskan, jika kramanya hanya menuntut agar eksekusi. Mengenai masalah internal antar krama, akan dibahas lebih lanjut.

    "Yang jelas, keberadaan lahan yang disengketakan ini harus jalas. Sebab sebagiannya sudah dikuasai pihak lain. Dijadikan tempat usaha pariwsiata seperti restoran dan lainnya," kata dia. Pakudui Kawan (dulunya berjumlah 114 KK) dan Pakudui Kangin (43 KK) sebelumnya di bawah Desa Adat Pakudui.

    Dalam sepuluh tahun terakhir, kedua pihak terlibat pertikaian menyusul masalah internal. Meliputi status Pura berikut tanah adat, pengenaan sanksi adat kepada warga, hingga konflik pemilihan bendesa adat. Konflik membuat kedua belah memiliki pengurus adat dan saling klaim sebagai yang sah. (ata)



     
    Berita Lainnya :
    Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli
    Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan
    Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih
    Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali
    Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus
    Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
    Sopir Truk di Karangasem Nyambi Jualan Sabu
    Polwan Polda Bali Anjangsana ke Panti Asuhan
    Tiap Tahun Dewan Pers Terima 300 Aduan
    Gagal Dimediasi, Sengketa Pelaba Pura Banjar Pulesari Lanjut Sidang
    Eksekusi Ruko Dramatis, Pemilik Pingsan Barang Diangkut 10 Truk
    Jual Tanah Bodong Rp 7 Miliar, Mafia Tanah Ditangkap Polda Bali
    Sengketa Lahan Bungkulan, Mediasi Digagas BPN Deadlock
    Rem Blong di Jalur Tengkorak, Truk Fuso Hajar Enam Mobil
    Terduga Mafia Tanah Diringkus Polda Bali
    Keterlaluan, Pacar Lagi Hamil Dilecut dengan Kabel Listrik
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    2   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    3   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    4   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri
    5   Nakhoda Bali Hai Rampok Money Changer
    6   Oala! Pria Bertato Itu Membunuh SPG Mobil karena Diejek 'Tidak Memuaskan'