www.patrolipost.com
19:45 WITA - Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli 19:26 WITA - Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan 17:09 WITA - Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih 11:04 WITA - Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali 10:56 WITA - Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus 22:13 WITA - Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
Bayi Idap Kelenjar Getah Bening Menunggu Uluran Tangan Dermawan

Selasa, 13/08/2019 - 22:42:48 WITA
Bayi Gede Fendi Pratama Wijaya Putra bersama kedua orangtuanya.
TERKAIT:
 
  • Bayi Idap Kelenjar Getah Bening Menunggu Uluran Tangan Dermawan
  •  
    SINGARAJA | patrolipost.com - Bayi bernama Gede Fendi Pratama Wijaya Putra, asal Banjar Dinas Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, benar-benar malang. Sejak dalam kandungan ia sudah didiagnosis mengidap penyakit bengkak pada pipi kiri yang oleh petugas medis disebut kelainan kelenjar getah bening.

    Terpaksa hari-hari Wijaya Putra dilalui tanpa kepastian karena ketidakmampuan orangtuanya membiayai pengobatan. Sejak keluar dari RSUP Sanglah, Denpasar dua pekan lalu, setelah lahir melalui operasi cesar, bayi malang ini belum tersentuh perawatan medis. Orangtuanya tak mampu membawanya berobat, selain tergolong kurang mampu, mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.

    Ironisnya, mereka belum memiliki Kartu Keluarga (KK) yang menjadi syarat dasar untuk mengurus administrasi kependudukan.

    Adalah pasangan muda Komang Yobi Suarjaya (21) dan Tati Umiyati (21), dua pekan lalu melahirkan putra pertamanya di RSUP Sanglah. Pilihan melahirkan di rumah sakit itu setelah dalam masa kehamilan ditemukan kelainan pada struktur pipi bayi. Ada benjolan pada pipi kiri dan itu terlihat saat dilakukan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan 5 bulan. Oleh bidan yang merawat kehamilan Tati, diberi catatan dalam buku kontrol kehamilan terkait kondisi bayi tersebut.

    Tiba waktunya melahirkan, Tati bersama Komang Yobi sempat mendatangi sejumlah klinik bersalin maupun Rumah Sakit Pratama Tangguwisia, Kecamatan Seririt, dengan maksud untuk persalinan. Namun semua layanan untuk ibu hamil yang didatangi menolak  membantu persalinan, padahal usia kehamilan Tati sudah mencapai 9 bulan lebih.

    "Ada catatan dalam buku kontrol kehamilan anak saya yang menerangkan kondisi bayi dalam kandungan, sehingga semua yang didatangi menolak untuk menangani kelahiran istri saya," tutur Komang Yobi, Selasa (13/8).

    Menurut petugas medis, bayinya mengalami kelainan sejak dalam kandungan akibat terinfeksi bakteri tertentu sehingga berimbas pada perkembangan bayi.

    Karena sudah berada pada titik kritis, akhirnya Komang Yobi membawa istrinya ke RSUP Sanglah, Denpasar untuk dilakukan tindakan medis. Benar saja, usai dilakukan operasi cesar, memang terlihat ada benjolan cukup besar pada pipi kiri bayinya.

    "Oleh dokter yang menangani, saya diminta pulang dulu untuk mempersiapkan tindakan medis lebih lanjut bagi bayi karena memerlukan biaya cukup besar," ujarnya.

    Bahkan, disarankan untuk mencari jaminan kesehatan berupa BPJS atau KIS mengingat biaya pengobatan anaknya diperkirakan sangat besar. Sayang, setelah hampir dua pekan kembali ke rumah, Komang Yobi belum menemukan solusi terkait kondisi keluarganya. Ia tidak tahu cara mendapatkan layanan jaminan kesehatan mengingat keterbatasan kemampuannya.

    Berhari-hari ia mencoba meminta bantuan agar secepatnya memiliki kartu jaminan kesehatan supaya bayinya segera mendapat perawatan, namun gagal. "Dua minggu sejak keluar dari rumah sakit, anak saya belum tersentuh tindakan medis. Hanya diberikan ASI dan beruntung tidak rewel," katanya dengan raut sedih.

    Titik terang mulai didapatkan setelah sejumlah anak muda karang taruna Desa Pengastulan turun tangan membantu. Mereka menelusuri penyebab lambannya Komang Yobi memperoleh layanan administrasi kependudukan. Bersama Kepala Dusun Purwa, Ketut Sawir, mereka berupaya menyelesaikan keperluan sang bayi agar secepatnya mendapat perawatan medis.

    "Kita masih urus administrasinya, mulai KK ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta ke Dinas Sosial Buleleng, mudah-mudahan cepat clear," ujar Sawir, dibenarkan Putu Widiyasmita, Ketua Karang Taruna Puspita Samudra, Desa Pengastulan.

    Sambil menunggu kelarnya proses administrasi, rencananya bayi malang Gede Fendi Pratama Wijaya Putra akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis mengingat benjolan pada pipi kirinya makin mengkhawatirkan.

    "Ini bersifat emergency, makanya kita akan bawa dulu ke rumah sakit sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari petugas medis," tandas Putu Widiyasmita. (war)




     
    Berita Lainnya :
    Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli
    Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan
    Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih
    Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali
    Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus
    Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
    Sopir Truk di Karangasem Nyambi Jualan Sabu
    Polwan Polda Bali Anjangsana ke Panti Asuhan
    Tiap Tahun Dewan Pers Terima 300 Aduan
    Gagal Dimediasi, Sengketa Pelaba Pura Banjar Pulesari Lanjut Sidang
    Eksekusi Ruko Dramatis, Pemilik Pingsan Barang Diangkut 10 Truk
    Jual Tanah Bodong Rp 7 Miliar, Mafia Tanah Ditangkap Polda Bali
    Sengketa Lahan Bungkulan, Mediasi Digagas BPN Deadlock
    Rem Blong di Jalur Tengkorak, Truk Fuso Hajar Enam Mobil
    Terduga Mafia Tanah Diringkus Polda Bali
    Keterlaluan, Pacar Lagi Hamil Dilecut dengan Kabel Listrik
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    2   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    3   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    4   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri
    5   Nakhoda Bali Hai Rampok Money Changer
    6   Oala! Pria Bertato Itu Membunuh SPG Mobil karena Diejek 'Tidak Memuaskan'