page hit counter
www.patrolipost.com
20:21 WITA - Wawako Denpasar Beri Dukungan Moril kepada Sudikerta 17:36 WITA - Lakukan Pemerasan, Kelian Banjar Dinas Divonis 2 Tahun 4 Bulan 17:21 WITA - Yudha Putra Legowo Digugurkan sebagai Balon Perbekel Tamanbali 17:00 WITA - Kecanduan Video Porno, Sopir Taksi Cabuli Bocah SD 16:40 WITA - Jadi Lokasi Bunuh Diri, Jembatan Tukad Ngokong Diupacarai 16:17 WITA - Golkar Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Ketua Umum 2019-2024
Audit Medis RSUD Sanjiwani, Ni Made Dani Meninggal Akibat Emboli

Minggu, 25/08/2019 - 22:07:05 WITA
Ni Made Dani semasa hidup.
TERKAIT:
 
  • Audit Medis RSUD Sanjiwani, Ni Made Dani Meninggal Akibat Emboli
  •  
    GIANYAR | patrolipost.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani, Gianyar, menegaskan, kematian Ni Made Dani (30) usai melahirkan bukan karena kesalahan prosedur.  Dari hasil audit, korban meninggal karena emboli darah atau hambatan pembuluh darah, yang menyebabkan kollap jantung dan napas.

    Kepala Bidang (Kabid) Humas RSUD Sanjiwani, Anak Agung Gde Putra Parwata, Minggu (25/8) mengatakan, tindakan RSUD Sanjiwani menangani secara normal, tidak menyalahi prosedur. Hal ini juga dikuatkan rakam persalinan korban, yang saat melahirkan anak pertamanya melahirkan secara normal. 

    Dari hasil audit, kata Outra Parwata, saat itu pasien memang harus melahirkan, karena kehamilannya sudah melewati batas waktu. Selain itu, air ketuban yang bersangkutan saat itu relatif sedikit. "Perkiraan saat itu berat janin 3.700 gram. Sebelum mengambil tindakan, pihak RS  telah melakukan konseling risiko pendarahan," terangnya.

    Mengenai pendarahan hebat yang dialami korban,  jawab Gung Putra,  karena atonia uteri (rahim gagal berkontraksi setelah persalinan bayi).  Kondisi disebut sebagai risiko tiga sampai lima persen setelah persalinan. Lanjutnya, kondisi atonia uteri ini sangat membahayakan keselamatan sang ibu. Karena komplikasi pendarahan mengakibatkan pembekuan darah/DIC, hiperkalemia yang mengganggu kontraksi jantung, hopotermia yang memperberat kekurangan oksigen otak dan kemungkinan emboli darah yang bisa juga sebagai penyebab kollaps jantung dan nafas.

    "Penanganan Hemorrhagic Post Partum (HPP) yang diberikan sudah sesuai prosedur, mulai dari pemberian obat hingga histerektomi sebagai tindak usaha terakhir," terangnya.

    Sedangkan penanganan dengan persalinan nomal pada korban,  didasarkan atas hasil USG menunjukkan berat bayi hanya 3,7 Kg. Kondisi ini berbeda 1.000 gram dari berat bayi yang lahir. Gung Putra mengatakan akurasi USG memang tidak 100 persen. Bahkan dalam kasus bayi yang lahir dengan berat badan kurang lebih 4.000 gram, penilaian Estimated Fetal Wight (EFG)  pada berat badan bayi semakin menurun, dimana akurasinya hanya 58 persen.

    Namun, meskipun sebelum persalinan, berat bayi sudah diketahui 4,5 kilogram, sang ibu tetap bisa melahirkan normal, namun dengan beberapa catatan, yakni tidak ada kontraindikasi seperti, kesempitan panggul, arus letak kepala bayi, proses persalinan sesuai partograf WHO, tidak ada penyakit jantung dan paru fibrotik. (ata)




     
    Berita Lainnya :
    Sidang Lanjutan Kasus Penipuan
    Wawako Denpasar Beri Dukungan Moril kepada Sudikerta
    Lakukan Pemerasan, Kelian Banjar Dinas Divonis 2 Tahun 4 Bulan
    Yudha Putra Legowo Digugurkan sebagai Balon Perbekel Tamanbali
    Kecanduan Video Porno, Sopir Taksi Cabuli Bocah SD
    Jadi Lokasi Bunuh Diri, Jembatan Tukad Ngokong Diupacarai
    Golkar Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Ketua Umum 2019-2024
    Sidang Sudikerta Sempat 'Diganggu' Guncangan Gempa
    Dalam Hitungan Menit, Bali Tiga Kali Digoyang Gempa
    Kejaksaan Klungkung Sita 23 Petak Tanah Kasus Korupsi Mantan Bupati
    Polda Bali dan Kepolisian Canada
    Tingkatkan Kerjasama Penanganan Kasus Transnational and Organized Crime
    Dituding Caplok Tanah Warga, Bendesa Pekutatan Disomasi
    Anggota TNI Kodim 1623 Karangasem Dites Urine
    Pengerjaan Jembatan Gubug-Bongan Capai 65 Persen
    Hai Long Pao Ping di Laut Bali
    Dahulu Sebulan, Kini Cuma 7 Hari
    Pertama di Indonesia, BPN Bali Terapkan Program HT-Elektronik
    Disidak Tim Gabungan, hanya Satu Galian C Bugbugan Punya Izin
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
    2   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    3   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    4   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    5   Ribut di Arena Tajen, Kadek Nadi Kena Tebasan Golok
    6   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri