www.patrolipost.com
19:45 WITA - Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli 19:26 WITA - Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan 17:09 WITA - Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih 11:04 WITA - Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali 10:56 WITA - Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus 22:13 WITA - Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
Kerauhan, Pepatih Hunjamkan Keris ke Dada

Minggu, 11/08/2019 - 22:14:43 WITA
Pepatih menghunjamkan keris ke dadanya
TERKAIT:
 
  • Kerauhan, Pepatih Hunjamkan Keris ke Dada
  •  
    DENPASAR | patrolipost.com - Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman masih tetap lestari hingga sampai saat ini. Hal ini dibuktikan dengan masih tetap melaksanakan tradisi dari turun temurun ini di Pura Penataran Agung Petilan Kesiman, Minggu (11/8).

    Pantauan di lapangan, tepat pukul 14.00 Wita, krama se-Desa Pakraman Kesiman dari masing-masing banjar dan pura dengan membawa pralingga terlebih dulu ke Pura Musen untuk nunas pesucian yang dilanjutkan berbalik arah menuju  Pura Penataran Agung Petilan Kesiman untuk persembahyangan. Setelah melakukan rangkaian persembahyangan, acara puncak yang dinanti-nanti pun dilakukan, yakni tradisi Ngerebong.

    Tepat pukul 16.30 Wita, pralingga berupa rangda, barong dan para pepatih pun kerauhan (kesurupan). Bahkan para pepatih yang kerauhan itu, tak hanya laki-laki saja, perempuan pun banyak yang kerauhan. Rangda, barong dan puluhan pepatih yang kerauhan ini, langsung dibawa ke luar dari dalam areal pura. Mereka mengitari Wantilan Pura Penataran Agung Kesiman (maider bhuwana) ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) yang biasanya dilakukan sebanyak tiga kali.

    Dalam kesurupan itu, para pepatih laki-laki melakukan ’ngurek’ (menusukkan keris) ke bagian dada dan ada yang teriak-teriak, serta menari-nari. Tajamnya keris itu, tak sedikit pun mengiris dada para pepatih. Padahal mereka ini menusukkan keris dengan sekuat tenaga.

    Salah satu Mangku Pura Kahyangan Bajangan, Kesiman, Made Karda, mengatakan Ngerebong merupakan tradisi krama Desa Adat Kesiman yang dilakukan setiap enam bulan sekali tepatnya di Redite Medangsia.

    “Saat ngerebong yang paling pokok, yaitu upacara maider bhuwana sebanyak tiga kali kearah kiri (balik arah). Maider bhuwana ini untuk mensucikan jagat atau ngerebu gumi (membersihkan tanah atau pertiwi),” tandasnya. (yan)




     
    Berita Lainnya :
    Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli
    Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan
    Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih
    Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali
    Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus
    Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
    Sopir Truk di Karangasem Nyambi Jualan Sabu
    Polwan Polda Bali Anjangsana ke Panti Asuhan
    Tiap Tahun Dewan Pers Terima 300 Aduan
    Gagal Dimediasi, Sengketa Pelaba Pura Banjar Pulesari Lanjut Sidang
    Eksekusi Ruko Dramatis, Pemilik Pingsan Barang Diangkut 10 Truk
    Jual Tanah Bodong Rp 7 Miliar, Mafia Tanah Ditangkap Polda Bali
    Sengketa Lahan Bungkulan, Mediasi Digagas BPN Deadlock
    Rem Blong di Jalur Tengkorak, Truk Fuso Hajar Enam Mobil
    Terduga Mafia Tanah Diringkus Polda Bali
    Keterlaluan, Pacar Lagi Hamil Dilecut dengan Kabel Listrik
     
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
    Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
    2   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
    3   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
    4   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri
    5   Nakhoda Bali Hai Rampok Money Changer
    6   Oala! Pria Bertato Itu Membunuh SPG Mobil karena Diejek 'Tidak Memuaskan'