page hit counter
www.patrolipost.com
21:48 WITA - Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan 13 Penyu Hijau 21:41 WITA - Rencananya Membunuh PIL, Justru Halima Ditikam 14 Kali 19:44 WITA - Peternak Babi Digugat Nadini Jungle & Resort Rp 2,9 M 19:31 WITA - Resmi Deklarasi, Langsung Turing Savana Morning Ride 19:18 WITA - Sakit Ginjal, Karyawan Toko Bangunan Gantung Diri 18:28 WITA - Mandi di Danau Batur, Pelajar SMAN 2 Bangli Ditemukan Tewas
Rp 50 Juta untuk Peraih Wija Kusuma, Timbulkan Kecemburuan

Sabtu, 18/05/2019 - 08:41:52 WITA
I Dewa Rai Budiasa, seniman Wija Kusuma
TERKAIT:
 
 
GIANYAR | patrolipost.com - Apresiasi Pemkab Gianyar terhadap seniman dengan memberikan uang tunai Rp 50  kepada penerima penghargaan Wija Kusuma mulai tahun 2019 ini, rupanya menimbulkan Kecemburuan. Pasalnya, seniman peraih penghargaan yang sama sebelumnya, hanya  kebagian pelayanan BPJS Ketenagakerjaan.

Keluhan ini disampaikan oleh I Dewa Rai Budiasa, peraih Wija Kusuma tahun 2010, Kamis (17/5) kemarin. Disebutkan, dirinya  mendapatkan curhatan dari peraih Wija Kusuma sebelum tahun 2019,  dimana banyak yang mengaku cemburu dengan perhatian pemerintah pada seniman tahun ini, yang mendapatkan uang tunai Rp 50 juta. Padahal jika dilihat dari segi pengabdian, merekalah yang lebih berjasa. Bahkan, para penerima Wijakusuma 2019 ini, banyak yang merupakan murid-muridnya.
"Kalau  dari pengabdian, memang seniman-seniman peraih Wija Kusuma di bawah tahun 2019 itu lebih besar," ujar pengasuh sanggar seni asal Banjar Pengaji Desa Melinggih, Payangan ini.

Atas keluhan itu, pihaknya sangat berharap Pemkab Gianyar memberikan perhatian yang sama pada semua maestro yang dimiliki. Dalam hal ini pihaknya tidak menuntut memperoleh uang Rp 50 juta. Namun setidaknya pemerintah meringankan beban hidup para maestro. Seperti membayarkan tagihan listrik, air serta memberikan kartu jaminan kesehatan gratis.

Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan pun dirasakan kurang efektif, karena hanya bisa dipakai saat seniman mengalami kecelakaan, dan itupun kalau kecelakaan jika sedang pentas. Di sisi lain, para maestro kebanyakan tak aktif lagi dalam pementasan, kebanyakan jadi pembina karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk pentas.
"Jadi dapat dikatakan, kartu yang diterima itu tidak berfungsi sama sekali. Kalau bisa, pemerintah  memberikan kartu BPJS Kesehatan kelas I," harapnya. (ata)




 
Berita Lainnya :
Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan 13 Penyu Hijau
Rencananya Membunuh PIL, Justru Halima Ditikam 14 Kali
Peternak Babi Digugat Nadini Jungle & Resort Rp 2,9 M
Geliat Aktivitas Komunitas Honda ADV 150
Resmi Deklarasi, Langsung Turing Savana Morning Ride
Sakit Ginjal, Karyawan Toko Bangunan Gantung Diri
Mandi di Danau Batur, Pelajar SMAN 2 Bangli Ditemukan Tewas
Muncul Paket 'Arca' dalam Rapat Partai Demokrat Bangli
Penjual Sabu 'Angkat Tangan' Divonis 14 Tahun Bui
Waw! Edarkan Sabu, Trio Waria Divonis 9 Tahun Penjara
Curi Ayam dan Dollar, Agus Saputra Tangkap Polisi
Dispar Badung Promosi Pariwisata Lewat 700 Keping Flash Disk
Pentas Seni Budaya Meriahkan HAI 2019 di Gianyar
Audiensi ke Walikota Denpasar
Mahalini Siapkan Diri Menuju 12 Besar Indonesia Idol
Kejari Manggarai Barat Jemput Paksa Tersangka Korupsi Dana Sail Komodo 2013
WN Rumania Pembobol ATM BRI dan BNI Diadili
Pelajar Tenggelam di Danau Batur, Mayatnya Belum Ditemukan
 
Komentar Anda :

 
 
 
TERPOPULER
1   Waduh! Tiga Rumah Mewah di Renon Dirampok
2   Polisi Asal Bangli yang Dinas di Madura, Bunuh Diri dengan Cara Tembak Kepala Sendiri
3   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
4   Ngemplang Pajak 200 Miliar, Bangunan Hotel di Seminyak Disita
5   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
6   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya