www.patrolipost.com
19:45 WITA - Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli 19:26 WITA - Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan 17:09 WITA - Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih 11:04 WITA - Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali 10:56 WITA - Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus 22:13 WITA - Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
Rp 50 Juta untuk Peraih Wija Kusuma, Timbulkan Kecemburuan

Sabtu, 18/05/2019 - 08:41:52 WITA
I Dewa Rai Budiasa, seniman Wija Kusuma
TERKAIT:
 
 
GIANYAR | patrolipost.com - Apresiasi Pemkab Gianyar terhadap seniman dengan memberikan uang tunai Rp 50  kepada penerima penghargaan Wija Kusuma mulai tahun 2019 ini, rupanya menimbulkan Kecemburuan. Pasalnya, seniman peraih penghargaan yang sama sebelumnya, hanya  kebagian pelayanan BPJS Ketenagakerjaan.

Keluhan ini disampaikan oleh I Dewa Rai Budiasa, peraih Wija Kusuma tahun 2010, Kamis (17/5) kemarin. Disebutkan, dirinya  mendapatkan curhatan dari peraih Wija Kusuma sebelum tahun 2019,  dimana banyak yang mengaku cemburu dengan perhatian pemerintah pada seniman tahun ini, yang mendapatkan uang tunai Rp 50 juta. Padahal jika dilihat dari segi pengabdian, merekalah yang lebih berjasa. Bahkan, para penerima Wijakusuma 2019 ini, banyak yang merupakan murid-muridnya.
"Kalau  dari pengabdian, memang seniman-seniman peraih Wija Kusuma di bawah tahun 2019 itu lebih besar," ujar pengasuh sanggar seni asal Banjar Pengaji Desa Melinggih, Payangan ini.

Atas keluhan itu, pihaknya sangat berharap Pemkab Gianyar memberikan perhatian yang sama pada semua maestro yang dimiliki. Dalam hal ini pihaknya tidak menuntut memperoleh uang Rp 50 juta. Namun setidaknya pemerintah meringankan beban hidup para maestro. Seperti membayarkan tagihan listrik, air serta memberikan kartu jaminan kesehatan gratis.

Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan pun dirasakan kurang efektif, karena hanya bisa dipakai saat seniman mengalami kecelakaan, dan itupun kalau kecelakaan jika sedang pentas. Di sisi lain, para maestro kebanyakan tak aktif lagi dalam pementasan, kebanyakan jadi pembina karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk pentas.
"Jadi dapat dikatakan, kartu yang diterima itu tidak berfungsi sama sekali. Kalau bisa, pemerintah  memberikan kartu BPJS Kesehatan kelas I," harapnya. (ata)




 
Berita Lainnya :
Usai Pesta Arak, Ega Tersungkur Ditikam Juli
Kecelakaan di Bayung Gede Libatkan 3 Kendaraan
Potret Anak Kembar Miskin di Bangli, Ratih Sumiantari dan Nengah Cinta Kasih
Inilah Daftar 21 Villa yang Dibobol Komplotan Agus Bali
Komplotan Pembobol 21 Villa di Sanur dan Kuta Utara Diringkus
Pasca Kerusuhan Monokwari, Personel Polres Jembrana Temui Pelajar Asal Papua
Sopir Truk di Karangasem Nyambi Jualan Sabu
Polwan Polda Bali Anjangsana ke Panti Asuhan
Tiap Tahun Dewan Pers Terima 300 Aduan
Gagal Dimediasi, Sengketa Pelaba Pura Banjar Pulesari Lanjut Sidang
Eksekusi Ruko Dramatis, Pemilik Pingsan Barang Diangkut 10 Truk
Jual Tanah Bodong Rp 7 Miliar, Mafia Tanah Ditangkap Polda Bali
Sengketa Lahan Bungkulan, Mediasi Digagas BPN Deadlock
Rem Blong di Jalur Tengkorak, Truk Fuso Hajar Enam Mobil
Terduga Mafia Tanah Diringkus Polda Bali
Keterlaluan, Pacar Lagi Hamil Dilecut dengan Kabel Listrik
 
Komentar Anda :

 
 
 
TERPOPULER
1   Setelah Ditonton Istri, Suami Dipolisikan
Heboh! Video Mesum Oknum Perwira Polda Bali
2   Istri Sakit Jantung, Suami Ceburkan Diri ke Danau Batur
3   Digrebek Selingkuh di Hotel, Oknum PNS Pemprov Digugat Cerai Suaminya
4   Oaala! Ternyata Siswi SMK Bangli Itu Dilarikan Pria Beristri
5   Nakhoda Bali Hai Rampok Money Changer
6   Oala! Pria Bertato Itu Membunuh SPG Mobil karena Diejek 'Tidak Memuaskan'