BANGLI | patrolipost.com – Kondisi terminal Loka Crana Bangli terlihat kumuh gegara luberan sampah yang bersumber dari pengunjung terminal. Luberan sampah sampai terjadi karena sejak beberapa bulan terakhir tidak ada lagi petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang membersihkan areal terminal.
“Kalau dulu memang setiap hari ada petugas dari Dinas Lingkungan Hidup menyapu dan angkut sampah di areal terminal, namun belakangan ini tidak ada lagi petugas kebersihan yang bekerja. Saya sendiri tidak tahu apa permasalahannya,” ujar salah seorang petugas terminal.
Menurutnya sampah yang berserakan bersumber dari pengunjung terminal yang menunggu angkutan umum. Permasalah ini sejatinya telah dirapatkan dengan melibatkan instansi terkait.
”Memang sempat ada rapat membahas penanganan sampah di terminal, tapi sampai saat ini belum ada aksi nyata,” jelasnya.
Sementara Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bangli, Sang Putu Surata saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2) mengatakan sebelum alih fungsi untuk penanganan sampah terminal Loka Crana dan Pasar Kidul dicover oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup.
”Kalau sebelum terminal dialihfungsikan menjadi perkantor beberapa OPD, masalah kebersihan terminal menjadi tanggung jawab DLH,” sebutnya.
Pasca alih fungsi, petugas kebersihan ditarik ke Pasar Kidul Bangli. Sementara untuk perkantoran di terminal telah memiliki petugas celeaning service untuk menangani masalah kebersihan.
”Kita di Dishub memang tidak memiliki biaya untuk tenaga cleaning service,” jelasnya.
Lantas untuk mengatasi masalah sampah di areal terminal, kata Sang Putu Surata telah memohon ke Dinas Lingkungan Hidup agar ada petugas kebersihan (penyapu) membersihkan sampah di areal terminal.
”Sempat dilaksanakan rapat dengan melibatkan beberapa OPD termasuk DLH membahas masalah ini,” ujarnya. (750)





