Sejumlah LSM Tolak Niat Gubernur Koster Buang Sampah Organik ke Klungkung

lsm garda
LSM Garda Tipikor Klungkung saat memberi penjelasan alas an penolakan Klungkung sebagai tempat pembuangan sampah Organik. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Sejumlah LSM dan kelompok masyarakat Klungkung mulai bersuara keras menentang dan menolak wacana Gubernur Bali Wayan Koster untuk membuang sampah organik ke embung kawasan Pusat Kesenian Bali (PKB) di perbatasan Gunaksa dan Tangkas.

Suara paling keras datang dari LSM Garda Tipikor Klungkung melalui Wayan Kariasa selaku Ketua I dan Nengah Duisna Ketua II. Keduanya menyampaikan unek-unek di hadapan media biro Klungkung, Rabu (8/4/2026).

Menurut Wayan Kariasa siapa yang akan menjamin dampak negative pembuangan sampah di kawasan penyangga PKB Klungkung ini. Dia mempertanyakan kajian yang sudah dilakukan Gubernur Bali terkait wacana pembuangan sampah organik ini.

“Saya selaku Ketua I Garda Tipikor Bali di Klungkung menolak dengan tegas wacana dan niat Gubernur Bali Wayan Koster yang berencana membuang sampah organik ke kawasan penyangga Pusat Kesenian Bali (PKB) di Klungkung. Kawasan ini meliputi Desa Gunaksa, Sampalan dan Tangkas,” ujar Kariasa.

Menurutnya, PKB merupakan kawasan budaya yang semestinya dijaga kebersihan dan lingkungannya. Jika hari ini kawasan itu dijadikan tempat penampungan sampah organic, apa jadinya beberapa tahun ke depan. Siapa yang menjamin kawasan itu tetap asri, bebas limbah sehingga pantas menjadi pusat kebudayaan?

Penolakan yang sama keras juga datang dari Forum Peduli Pendidikan Klungkung melalui ketuanya Wayan Mupu yang juga seorang seniman Bondres asal Lebah, Klungkung.

Menurut Wayan Mupu, dirinya selaku warga Klungkung dan Ketua FP2B menyatakan bahwa Klungkung sudah over load untuk dijadikan lokasi pembuangan sampah.

“Kenapa harus membuang sampah di kawasan PKB? Apapun bentuknya, apa itu sampah maupun kompos mau itu organik dan lain sebagainya karena itu kawasan budaya. Masyarakat awam saja akan tertawa karena itu kawasan pusat kebudayaan Bali. Jelas itu salah, makanya saya menolak wacana ini,” ungkapnya.

Menurut dia, wacana Gubernur Koster ini termasuk grasa grusu. Sebaiknya beliau jangan mengutak atik kawasan PKB karena sudah jelas kawasan budaya, Sebaiknya cari tempat yang lain. (roni)

Pos terkait