Sembuhkan Pasien asal Norwegia, Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu

pasien1
Gubernur Bali Wayan Koster bersama pasien sembuh asal  Norwegia Dagny Magdalene Jaeger Markussen. (Ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Rumah Sakit Kasih Ibu kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami sakit autoimun sampai berhasil sembuh.

Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu dr Ni Kadek Dwi Widhyari MM mengatakan, upaya ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia kepada pariwisata Bali.

Bacaan Lainnya

“Keberhasilan ini juga akan menjadi promosi kepada negara luar. Terimakasih Rumah Sakit Kasih Ibu atas pelayanannya,” kata Gubernur Koster saat ngobrol dengan WNA asal  Norwegia Dagny Magdalene Jaeger Markussen, Minggu (29/3/2026).

Dagny Magdalene Jaeger Markussen merupakan pasien sembuh di Rumah Sakit Kasih Ibu. Sebelumnya, Dagny mengalami sakit selama 18 tahun, di umur 15 tahun rambutnya mengalami kerontokan, bahkan penyakit dalam yang ia derita tidak bisa diobati di negaranya tinggal (Norwegia).

Pada bulan Oktober tahun 2025 ia memutuskan untuk datang ke Bali. Selain berobat, tujuannya ke Bali juga untuk mencari hiburan agar sakit dalam yang dideritanya bisa berkurang.

“Selama saya berobat di Bali, saya diberlakukan secara adil, sekarang kondisi saya membaik, saya sudah bisa makan, mandi, dan membawa sepeda motor sendiri. Terimakasih RS Kasih Ibu dan Bapak Gubernur Bali, saya selama di Bali mendapatkan kenyamanan dan orangnya ramah-ramah,” ungkap Dagny Magdalene Jaeger Markussen.

Sebelumnya, Dokter yang merawat pasien, dr Gede Kambayana Sp PD-KR di hadapan Gubernur Bali menjelaskan bahwa pasien WNA Norwegia, Dagny Magdalene Jaeger Markussen sempat mengeluhkan sakit nyeri pada bagian tubuh yang tidak bisa diketahui sakitnya apa, pasien juga mengalami gangguan pernafasan.

“Pada bulan November 2025 kami melakukan investigasi secara mendalam, dan akhirnya dianogsisnya ketemu, dimana pasien mengalami sakit autoimun dan syukurnya kami bisa menanganinya. Meskipun pasien sudah pulih, kami tetap memberikan pelayanan rawat jalan kepada pasien,” kata dr Kambayana. (pp05)

Pos terkait