Si Jago Merah Hanguskan Bangunan Dapur dan Lahan Bambu di Desa Daup

karhutla1
Petugas menyemprotkan air ke rumpun bambu yang terbakar. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Dua kebakaran terjadi di Kabupaten Bangli dalam waktu berdekatan. Dapur semi permanen milik warga di Banjar Daup, Desa Daup, Kecamatan Kintamani, terbakar pada Rabu (21/10/2026) dini hari. Sehari sebelumnya, tegalan bambu seluas 50 are di Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, dilalap si jago merah.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta, saat dikonfirmasi membenarkan terjadi dua kasus kebakaran tersebut, Rabu  (21/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kata Gumiliarta  kebakaran menimpa bangunan dapur milik I Nyoman Tarka, (56) asal Desa Daup Kintamani. Dari keterangan saksi diketahui, sebelum kejadian, korban sempat menyalakan tungku kayu bakar sekitar pukul 20.00 Wita pada Selasa (20/10/2026). Sekitar pukul 21.00 Wita, korban meninggalkan dapur dan pergi ke rumah tetangganya.

Saat kembali sekitar pukul 01.00 Wita, korban mendapati dapur berukuran 3 x 4 meter itu telah terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita setelah korban bersama kerabat  berupaya memadamkan api  menggunakan peralatan seadanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran dapur diduga dipicu faktor kelalaian karena tungku kayu bakar masih menyala saat ditinggalkan korban. Terlebih, di belakang tungku terdapat sejumlah barang bekas yang mudah terbakar.

“Dugaan awal, kebakaran terjadi karena api pada tungku kayu bakar tidak dipadamkan saat pemilik meninggalkan rumah. Di sekitar tungku juga terdapat barang-barang yang mudah terbakar,” ungkapnya.

Kata Gumiliarta kebakaran juga terjadi di wilayah Kecamatan Susut  pada Selasa (20/10) sekitar pukul 15.30 Wita. Tegalan bambu milik I Nyoman Suandra (52) di Banjar Temaga, Desa Tiga, terbakar.  Kebakaran menyebabkan lahan bambu seluas kurang lebih 50 are hangus terbakar

“Akibat kebakaran lahan bambu tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta,” ujar Gumiliarta.

Dari hasil identifikasi Inafis Polres Bangli menduga api berasal dari gesekan antar bambu yang menimbulkan percikan api.

”Kebakaran lebih dikarenakan faktor alam,” sebut Iptu Gede Gumiliarta.  (750)

Pos terkait