JAKARTA | patrolipost.com – Timnas Indonesia langsung memainkan dua pemain naturalisasi baru saat menghadapi Australia tengah pekan kemarin. Mereka adalah Ole Romeny dan Dean James. Ada dua pemain lain yang belum dimainkan Patrick Kluivert dalam kekalahan 1-5 di Sidney. Yaitu Emil Audero dan Joey Pelupessy.
Tambahan empat wajah baru membuat timnas Indonesia kini total memiliki 19 pemain naturalisasi. Dari dua nama yang dimainkan, performa Ole Romeny yang menjanjikan. Ia langsung mencetak gol pada debutnya. Selain itu pergerakan sang bomber beberapa kali juga merepotkan lini belakang Australia.
Semakin banyaknya pemain naturalisasi yang datang ternyata bukan jaminan mereka mencintai Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh seorang pelatih asal Belanda bernama Robert Maaskant. Baginya keputusan Mees Hilgers dkk memilih Tim Garuda karena alasan kualitas. Ia percaya tidak ada satu pun dari mereka yang mau berkostum Merah-Putih andai berpeluang membela timnas Belanda.
“Sekarang ada 10 pemain Belanda di starting 11, tapi Australia yang sudah bermain di Piala Dunia selama bertahun-tahun ternyata terlalu kuat,” ungkap Robert Maaskant kepada Sportnieuws.
“Mari kita jujur, para pemain ini tidak akan memilih Indonesia jika mereka memenuhi syarat untuk bermain bersama tim nasional Belanda,” ia menjelaskan.
Melihat dari para pemain yang dipanggil, hanya segelintir yang bermain di level elite dan andalan utama di tim masing-masing. Seperti Kevin Diks yang langganan tampil di kompetisi Eropa bersama FC Kopenhagen, Mees Hilgers di FC Twente, serta Jay Idzes yang berkarier di Serie A.
Dalam kesempatan yang sama, Robert Maaskant mempertanyakan masa depan klub Eredivisie yang memiliki penggawa timnas Indonesia. Masalah paspor dianggap bisa menimbulkan konsekuensi. Sebab Indonesia tidak memperbolehkan dua kewarganegaraan. Dengan kata lain, Ole Romeny dan kolega sudah melepas paspor Belandanya.
“Hal ini belum sepenuhnya jelas, tapi itu bisa menjadi masalah serius,” ungkap mantan pelatih Virgil van Dijk di Groningen.
“Jika klub-klub Eredivisie tiba-tiba harus membayar 400 ribu untuk seorang pemain, itu bisa menimbulkan konsekuensi serius,” tambah dia. (305/jpc)