BANGLI | patrolipost.com – Merebak berita sebanyak 126 warga Bali diduga terinfeksi (suspek) virus influenza A(H3N2) sudklad K atau Super Flu sepanjang tahun 2025. Dari hasil pemeriksaan laboratorium 2 orang dinyatakan positif terpapar Super Flu.
Menyikapi kasus tersebut, Dinas Kesehatan Bangli mengambil langkah antisipasi guna meminimalisir terjadinya penyebaran Super Flu di daerah berhawa sejuk ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangli Dewa Gede Oka Darsana menegaskan, memang sejauh ini belum ditemukan adanya kasus Super Flu di Bangli. Namun karena penyebaran virus Super Flu yang begitu cepat maka pihaknya telah melakukan pemantauan secara berjenjang di seluruh fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.
“Sejauh ini belum ada ditemukan kasus Super Flu. Kita sudah antisipasi, sudah atensi dari rumah sakit, termasuk Puskesmas untuk memantau,” ungkapnya, Rabu (14/1/2025).
Pria yang juga Direktur RSUD Bangli ini menambahkan, Super Flu bukanlah diagnosis medis tersendiri, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan flu dengan gejala yang lebih berat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penularan yang cepat, memicu demam tinggi atau disebabkan oleh virus influenza yang telah bermutasi.
“Super Flu itu sebenarnya flu secara umum, tapi gejalanya lebih berat, penularannya cepat, atau disebabkan oleh virus influenza tertentu yang sudah bermutasi.,” sebutnya.
Dewa Oka Darsana mengungkapkan Super Flu umumnya terjadi ketika flu mengalami komplikasi serius dan berkembang menjadi infeksi pernapasan lebih parah seperti pneumonia atau bronchitis. Komplikasi ini berbahaya bagi kelompok yang rentan, seperti lansia dan anak- anak.
“Berbeda dengan flu biasa yang biasanya hanya sampai saluran napas bagian atas atau ISPA,” kata dokter spesialis asal Banjar/Desa Sulahan, Susut ini.
Sementara untuk pencegahan flu dan potensi komplikasinya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat seperti sering mencuci tangan, menggunakan masker saat sedang flu atau berada di tempat ramai, menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin. Serta yang terpenting lagi menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, istirahat cukup dan aktivitas fisik ringan.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Bila mengalami flu berat, demam tinggi atau keluhan yang tidak baik dalam beberapa hari agar melakukan pemeriksaan ke fasilitas Kesehatan, baik itu Puskesmas atau Rumah Sakit. (750)





