Tarif Parkir Naik, Warga Protes Toilet di Lapangan Ida Dewa Agung Bau Busuk

toilet1
Kondisi toilet umum di sLapangan Ida Dewa Agung Jambe. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Kenaikan tarif parkir saat gelaran AKSIKU 2026, sementara toilet berbau busuk di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung diprotes warga. Mereka menganggap kenaikan tarif parkir terlalu mahal mencapai 100 persen, dari Rp 2 ribu menjadi Rp 4 ribu. Sementara panitia mengabaikan fasilitas penting untuk penonton yakni toilet.

Ketika masalah ini ditanyakan kepada Kabid Prasarana Dishub Klungkung Ketut Karasdana, dengan tegas menyatakan kenaikan itu hanya pada kegiatan yang sifatnya insidentil.

Bacaan Lainnya

“Kenaikan tarif parkir itu diberlakukan pada setiap adanya kegiatan yang sifatnya insidentil saja,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu terkait protes warga dengan kondisi toilet di seputar Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kadis Kebudayaan Klungkung Wayan Suteja mengakui itu merupakan tanggung jawab instansinya.

Memang sebelumnya kondisi toilet umum di kawasan Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, yang dilaporkan kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap menjadi perhatian. Dinas Kebudayaan (Disbud) Klungkung menyebut fasilitas tersebut sebenarnya sudah tersedia dan beberapa kali mendapat perbaikan. Namun, kerusakan berulang hingga dugaan pencurian perlengkapan membuat pemeliharaannya menjadi tantangan.

Lebih jauh Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung I Wayan Suteja, mengatakan pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada petugas kebersihan agar toilet segera dibersihkan.

Menurut Suteja, persoalan toilet umum tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga kebersihan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga sarana publik.

Ia mengungkapkan, sejumlah fasilitas yang sudah diperbaiki kembali mengalami kerusakan. Bahkan, lampu yang dipasang di area toilet tersebut hilang karena dicuri.

“Setiap diperbaiki, ada saja yang dirusak. Lampu dipasang, kemudian hilang. Kami juga pernah mengunci toilet, tetapi justru didobrak,” ungkap Suteja.

Kondisi tersebut membuat pemeliharaan fasilitas umum membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sementara itu, jumlah tenaga kebersihan yang dimiliki Disbud Klungkung masih terbatas untuk menangani seluruh kebutuhan kebersihan di kawasan tersebut.

Suteja berharap masyarakat ikut bertanggung jawab menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, keberadaan toilet umum semestinya dimanfaatkan dengan baik, bukan dirusak atau dibiarkan kondisinya memburuk.

Disbud Klungkung akan mengupayakan pembersihan melalui petugas kebersihan. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi kepedulian pengguna agar toilet tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan.

“Perlu tanggung jawab bersama dari masyarakat untuk ikut menjaga,” pungkasnya. (roni)

Pos terkait