SEMARAPURA | patrolipost.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung pada Minggu (19/1) mengakibatkan musibah tanah longsor di Dusun Kawan, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan. Bencana tersebut berdampak serius pada area suci Pura Manik Tirta, dimana sejumlah bangunan Pelinggih dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tergerus material longsor.
Berdasarkan keterangan Bendesa Adat setempat, terdapat tiga pelinggih yang terdampak longsor, yakni Pelinggih Taman, Sapta Petala, dan Ngerurah. Longsor tersebut diduga kuat disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada hari sebelumnya.
Peristiwa longsor baru diketahui pada pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita oleh Jero Mangku Pura Manik Tirta saat melakukan pengecekan di area pura. Setelah mendapatkan laporan tersebut, unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan pendataan awal.
Kapolsek Banjarangkan AKP I Ketut Budiarsana SH MH menyampaikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun terdapat kerugian material akibat kerusakan pelinggih.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, serta segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi peristiwa yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun lingkungan sekitar.
Merespons laporan tersebut, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada, segera turun ke lokasi bencana untuk meninjau skala kerusakan dan memastikan langkah penanganan yang tepat.
“Pemerintah daerah akan segera menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) untuk melakukan pengecekan mendalam terhadap tingkat kerusakan fisik dan stabilitas struktur tanah di lokasi tersebut. Hal ini perlu dilakukan guna mempercepat proses perbaikan Pelinggih dan mencegah terjadi hal serupa dikemudian hari,” ujar Wabup Tjok Surya. (roni)




