SEMARAPURA | patrolipost.com – Nama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta semakin menguat menjadi Ketua KONI Bali periode 2026-2029. Sebab, gelombang dukungan muncul menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali yang dijadwalkan berlangsung Senin, 23 Maret 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.
Gerakan dukungan ini diprakarsai oleh Ketua Umum KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom, yang mengklaim telah mengantongi restu dan kesepakatan dari para ketua KONI kabupaten/kota di seluruh Bali. Hal itu terbukti saat digelarnya silahturahmi seluruh Ketua KONI dan Pengprov se Bali di Dians Garden, Gelgel, Klungkung pada Sabtu (7/3/2026). Dalam pertemuan itu, para pimpinan organisasi olahraga menyerahkan surat rekomendasi dukungan secara resmi.
Menguatnya kesepakatan dukungan terhadap Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali periode 2026–2030 kian nyata setelah 63 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga bersama seluruh pimpinan KONI kabupaten/kota di Bali sepakat memberikan rekomendasi kepada Giri Prasta.
Dengan dukungan tersebut, Giri Prasta dinilai memiliki peluang besar untuk terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI Bali yang dijadwalkan berlangsung di Denpasar pada 23 Maret 2026.
Ketua Umum KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom, yang menjadi penggagas dukungan tersebut mengatakan langkah itu berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi olahraga di Bali saat ini.
Menurutnya, banyak cabang olahraga mengalami kesulitan karena keterbatasan sarana prasarana serta minimnya anggaran pembinaan.
“Banyak cabor kesulitan sarana dan anggaran yang sangat terbatas. Bahkan ada tugas dari Pengprov ke Pengcab, tapi tidak disertai anggaran yang memadai,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut berbanding terbalik dengan upaya Bali yang selama ini mendorong konsep sport tourism.
Anak Agung Gde Anom yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Klungkung menilai figur Giri Prasta memiliki jaringan luas, termasuk dengan sektor swasta. Hal ini dianggap penting untuk membangun kolaborasi pembiayaan olahraga di Bali.
Menurutnya, dukungan dari sektor swasta dapat membantu memperkuat pembinaan atlet serta pembangunan fasilitas olahraga.
“Kolaborasi pemerintah dan swasta diharapkan mampu membuat olahraga Bali lebih maju dan diakui di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Meski mengarah pada sosok pejabat publik, Gde Anom menegaskan dukungan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis. Ia menyebut gerakan itu murni didorong oleh keinginan memajukan prestasi olahraga Bali.
Ia juga memastikan seluruh KONI kabupaten/kota bersama 63 Pengprov cabang olahraga telah menyampaikan surat rekomendasi dukungan secara resmi.
“Urusan politik silakan masing-masing. Tapi urusan olahraga adalah tanggung jawab kita bersama. Harapannya, Giri Prasta bisa terpilih secara aklamasi pada Musprov 23 Maret nanti,” ujarnya. (roni)






